Connect With Us

Viral Dipukul Berkali-kali, Begini Kondisi Balita di Tangerang

Rachman Deniansyah | Selasa, 16 Maret 2021 | 18:56

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro saat mengungkapkan perkara kasus kerasan terhadap balita di Desa Sindang Sono, Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang. (TangerangNews / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Balita laki-laki berusia 2,4 tahun yang viral setelah menjadi korban pemukulan secara sadis oleh kekasih bibinya, harus menjalani perawatan medis secara intensif.

 

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengatakan, hal itu dilakukan guna memastikan kondisi korban usai menerima pukulan keras dari tersangka berinisial ASD, 27. 

 

"Upaya tindak lanjut Polresta Tangerang dan ada atensi dari Bapak Direksrimum atas perintah Pak Kapolda Banten. Kita tadi melakukan kegiatan pertama lansung melakukan visum di bagian luar," tutur Wahyu, Selasa (16/3/2021). 

 

Pemeriksaan terhadap korban tersebut, didampingi langsung oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). 

 

Untuk saat ini, kata Wahyu, korban telah menjalani rontgen di rumah sakit. 

 

"Untuk dilakukan perawatan dari sisi medis bekerja sama dengan dokter penyakit dalam dan tadi sudah dilakukan rontgen. Kita masih menunggu hasilnya. Demi kemanusiaan kami dari Polresta Tangerang akan menanggung segala biaya pengobatan terhadap korban," tuturnya. 

 

Dari hasil pemeriksaan sementara, Wahyu mengatakan, bahwa terlihat korban mempunyai luka memar di bagian tangannya. 

 

"Kita lihat di tubuh korban ada bengkak di pergelangan tangan sebelah kiri. Kami mencoba mengintrograsi dari ibunya. Memang dari dua minggu sebelumnya sudah ada benturan atau terpeleset.  Kita dalami apakah itu bagian dari kekerasan yang dilakukan tersangka atau betul-betul murni karena adanya kelalaian dari pihak pengasuh atau orang tuanya," katanya. 

 

Sejauh ini, kata Wahyu, kondisi korban memiliki kondisi yang baik, tidak ada keluhan. 

 

"Ada tanda memar-memar, tapi kondisinya anaknya kuat jadi tidak ada keluhan. Tapi tetap kita dalami," ujarnya. 

Sebelumnya, balita berjenis kelamin laki-laki tersebut telah menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh tersangka berinisial ASD, 27.

 

Korban menjadi korban kekerasan saat dititipkan terhadap tersangka oleh bibinya, yang tak lain merupakan kekasih tersangka. 

 

Saat dipukul secara sadis, korban tak dapat melawan. Ia dibentak dan dipukul hingga terpental. 

 

Perbuatan bejat tersebut diabadikan tersangka melalui ponsel miliknya, hingga viral di media sosial. 

 

Aksi tersebut dilakukan tersangka di kediamannya, yang terletak di wilayah Desa Sindang Sono, Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, 28 Februari 2021 lalu.

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KAB. TANGERANG
Genjot Hasil Panen Padi, Teknologi Pertanian BRIN Diuji Coba di Kabupaten Tangerang

Genjot Hasil Panen Padi, Teknologi Pertanian BRIN Diuji Coba di Kabupaten Tangerang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:36

Guna meningkatkan produktivitas padi sawah, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk inovasi dan riset ilmiah.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill