Connect With Us

Digusur Buat Bangun Pusat Perniagaan, Warga Cikupa Tangerang Gugat Kades ke Pengadilan

Dimas Wisnu Saputra | Minggu, 14 Mei 2023 | 12:57

Warga menunjukkan sejumlah bangunan yang sudah digusur di atas tanah sengketa, untuk pembangunan pusat perniagaan di Desa Cikupa, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Jumat 12 Mei 2023. (@TangerangNews / Dimas Wisnu Saputra)

TANGERANGNEWS.com-Warga RT01/01, Desa Cikupa, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang menggugat kepala desa (kades) setempat ke pengadilan lantaran digusur untuk pembangunan pusat perniagaan.

Berdasarkan informasi, gugatan perdata tersebut sudah didaftarkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tangerang dengan nomor register 452/Pdt.G/2023/PN Tng.

Ketua RT01 Apandi mengatakan, penolakan itu dilakukan karena pusat perniagaan dibangun di atas tanah yang diklaim milik warga, yang sudah ditempati selama 60 tahun.

Sementara pembelian tanah tidak sesuai harga yang diinginkan warga.

Namun atas penolakan tersebut, diduga warga mendapat intervensi dan intimidasi dari pihak terkait agar mereka segera angkat kaki.

Pada Selasa, 9 Mei 2023, ada sejumlah pekerja yang diduga suruhan pengembang, merusak saluran air pada bangunan rumah dan ruko milik warga di lahan tersebut.

"Warga di sini akan berjuang untuk mempertahankan haknya, dan somasi telah kami layangkan kepada Kades Cikupa," terangnya, Jumat,12 Mei 2023.

Selain itu, warga telah diberikan surat untuk mengosongkan tempat tinggal yang dilayangkan Kades Cikupa.

Apandi mengaku warga sangat menyayangkan tindakan kades karena telah melakukan eksekusi sepihak sebagaimana layaknya petugas Pengadilan.

"Intervensi ini sudah dialami warga sejak tahun 2021 sampai sekarang, dari sejak kades sebelumnya. Warga berharap kades baru tidak meneror warga, namun nyatanya tidak ada bedanya," ujarnya. 

Warga pun telah mencoba dua kali bersurat kepada Bupati Tangerang untuk mendapat perlindungan hukum, sekaligus dapat memfasilitasi polemik tersebut.

"Akan tetapi, sampai saat ini surat warga tidak pernah mendapat respon," jelas Apandi.

Hal senada dikatakan Uci yang juga warga setempat. Dirinya sempat mendapat uang kerohiman agar pindah dari lahan terebut. Namun dia keberatan karena nilainya yang tidak setara.

"Lahan itu sudah jadi pemukiman yang telah ditempati selama 60 tahun lebih secara turun temurun. Ini juga didukung dengan bukti-bukti autentik yang dimiliki warga," katanya.

Ia mempertanyakan pihak Pemerintah Desa Cikupa mengklaim lahan yang telah diduduki warga sebagai tanah KAS Desa Cikupa.

"Kenapa baru di tahun 2021 pihak Desa mengklaim sebagai milik Desa? Selama ini pihak Pemerintah Desa kemana saja?" tegasnya.

Karena itu warga melalui kuasa hukum akan melakukan gugatan atas objek tersebut di Pengadilan Negeri Tangerang.

"Hal ini agar ada kepastian hukum siapa pemilik yang sah lahan tersebut," tandasnya.

Dengan adanya gugatan tersebut, warga meminta pihak Pemerintah Desa Cikupa untuk menghentikan segala aktifitas termasuk membongkar, membuat got di atas lahan yang sedang disengketakan di pengadilan.

"Kita harus sama-sama hormati proses hukum yang sedang berjalan sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap," pungkas Uci.

Sementara itu, Kades Cikupa Ali Makbid saat dikonfirmasi mengatakan dirinya sebagai pemerintah desa enggan untuk ikut campur dalam masalah tanah tersebut. Ia hanya berpatokan dengan surat tanah Letter C.

"Kalau mereka memang punya tanah bukti kepemilikan, ngapain juga saya sebagai pemerintah menganggu tanah orang. Itu sama aja saya melanggar hukum," katanya.

Ali mengatakan, beberapa warga sudah menerima pembayaran dari Pemerintah Desa Cikupa yang dijabat kades sebelumnya. Warga pun sudah mengakui bahwa itu adalah tanah desa.

"Jadi pemerintah sebelumnya itu memberikan uang kerohiman atau uang pindah. Karena mereka juga mengakui tanah desa. Cuma yang bertahan itu, istilahnya mungkin tidak sesuai dengan harganya, ingin duduk bareng," ujarnya.

Rencananya, dirinya ingin berdiskusi kembali dengan warga dan ketua lembaga adat untuk menyelesaikan permasalahan ini. "Insyaallah minggu-minggu ini," pungkasnya.

KAB. TANGERANG
Diduga Gegara Jalan Rusak, Pemilik Warung Makan Tewas Terlindas Truk di Kawasan Industri Akong Cadas Sepatan

Diduga Gegara Jalan Rusak, Pemilik Warung Makan Tewas Terlindas Truk di Kawasan Industri Akong Cadas Sepatan

Rabu, 5 Agustus 2026 | 10:00

Seorang perempuan berinisial P, 45, pemilik warung makan di kawasan Industri Akong Cadas, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, meninggal dunia setelah terlindas truk saat mengendarai sepeda motor, Rabu 5 Agustus 2026, pagi.

TANGSEL
Polsek Serpong Musnahkan 46 Juta Butir Obat Keras Ilegal Senilai Rp230 Miliar

Polsek Serpong Musnahkan 46 Juta Butir Obat Keras Ilegal Senilai Rp230 Miliar

Selasa, 4 Agustus 2026 | 18:52

Polsek Serpong, Polres Tangerang Selatan (Tangsel) memusnahkan sebanyak 46 juta butir obat keras golongan G dengan berbagai jenis. Obat keras itu merupakan hasil penggerebekan gudang di Jalan Raya Bogor, kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.

TOKOH
Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Kamis, 30 Juli 2026 | 14:28

Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill