Connect With Us

Laksa dan Cio Tao Jadi Warisan Tak Benda dari Kota Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 2 Oktober 2023 | 23:36

Laksa Tangerang. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menetapkan dua warisan budaya tidak benda tahun 2023 dari Kota Tangerang.

Keduanya yakni kuliner Laksa dan Upacara Cio Tao dari peranakan Cina Benteng.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Rizal Ridolloh menyebutkan keduanya menjadi warisan tak benda merupakan usulan dari Pemerintah Provinsi Banten. Kemudian diusulkan kembali ke pemerintah pusat.

"Alhamdulillah pada tanggal 1 September 2023 warisan budaya tak benda itu di sertifikatkan. Jadi itu sebagai apresiasi bahwa itu merupakan warisan budaya tak benda Kota Tangerang," ucapnya, Selasa 3 Oktober 2023.

Rizal mengatakan pemilihan Laksa Tangerang dan Upacara Cio Tao merupakan hasil riset mendalam dengan melibatkan akademisi, antropolog, arsitek, budayawan, hingga sejarawan.

Secara prinsip warisan budaya tak benda tersebut berbeda dengan Cagar Budaya.

Alasan dipilihnya Laksa Tangerang adalah kerena memiliki resep dan cita rasa yang berbeda dengan Laksa yang ada di Jakarta, Bangka, Malaysia dan daerah lain.

"Jadi hal tersebut pun memiliki makna dan filosofi yang menjadikan itu warisan budaya tak benda," katanya.

Rizal menuturkan, berawal dari peranakan budaya Tionghoa dan Melayu, laksa menjadi salah satu kuliner khas Kota Tangerang yang baru ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Kota Tangerang.

Sampai saat ini, laksa tetap digemari oleh banyak kalangan di Indonesia.

“Sesuai dengan namanya, laksa berasal dari bahasa sanskerta yang berarti banyak. Kata banyak sendiri merujuk pada pembuatan laksa yang menggunakan racikan dari banyak macam bumbu dapur,” katanya.

Sementara Rizal menjabarkan, untuk Upacara Cio Tao secara sejarah dan budaya memiliki nilai yang kuat.

Di mana, kegiatan tersebut dirayakan saat sepasang kekasih yang hendak menikah dan digabung kedalam pernikahan.

"Jadi sebetulnya itu perayaan akhir baliknya mereka antara perjaka dan perawan," jelasnya.

AYO! TANGERANG CERDAS
Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Minggu, 1 November 2026 | 19:32

Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

OPINI
Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:50

Penjajahan digital ( kolonialisme digital) adalah bentuk penguasaan atau kontrol terhadap suatu negara, masyarakat, atau individu melalui teknologi, platform digital, algoritma, serta penguasaan data.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill