KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com- Sebanyak delapan hewan kurban, terdiri dari satu kerbau dan tujuh sapi kedapatan memiliki penyakit cacing hati pada hari pertama Iduladha 1445 Hijriah, Senin, 17 Juni 2024, lalu.
"Kami mendapatkan laporan ditemukan ada manifes cacing hati (fasciola heoatica) pada hewan kurban," ujar Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner DPKP Kabupaten Tangerang Joko Ismadi dikutip dari RRI.co.id, Rabu, 19 Juni 2024.
Jumlah hewan berpenyakit hati tersebut ditemukan di beberapa lokasi tempat pemotongan hewan. Joko mengaku kecolongan meski pihaknya telah gencar melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban.
Adapun hewan kurban dengan penyakit tersebut telah dimusnahkan organ hatinya oleh tim kesehatan. Sedangkan, bagian daging lainnya masih layak dikonsumsi.
Joko menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan tambahan terkait adanya hewan dengan penyakit.
Selain itu, dari pemeriksaan terhadap 32.184 ekor hewan kurban, yakni 8.344 ekor sapi, 40 ekor kerbau, 4.573 ekor kambing dan 19.227 ekor domba, hasilnya aman dari Antraks maupun penyakit mulut dan kuku (PMK).
Sementara itu, sebanyak 4.747 ekor hewan diantaranya 1.349 ekor sapi, 14 ekor kerbau, 847 ekor kambing dan 2.537 ekor domba telah dipotong di 26 kecamatan dengan 392 titik lokasi di Kabupaten Tangerang.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGOrang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh
Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu
Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews