Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak membuat resah para penjual daging sapi di Kabupaten, Selasa 21 Januari 2025.
Sebab, wabah tersebut menyebabkan harga jual sapi di pasaran anjlok dan sepi pembeli.
Seperti yang diungkapkan Gunawan, peternak sapi di Kabupaten Tangerang. Menurutnya, untuk sapi berbobot 700 Kg yang sebelumnya seharga Rp36 juta, turun menjadi Rp29 juta.
Sedangkan sapi Bangkalan menjadi Rp15 jutaan dari harga sebelumnya Rp18 juta.
"Harga sapi di pasaran anjlok parah, membuat penjualan sepi. Beruntungnya penjualan saya tidak terpengaruh sangat signifikan," ujarnya, Selasa 21 Januari 2025.
Dirinya berharap terhadap Pemerintah kabupaten Tangerang, melalui Dinkes Kesehatan untuk segera ambil tindakan supaya wabah tidak merebak dan penjual sapi tidak merasa ketakutan dengan wabah tersebut.
"Wabah PMK tahun 2025 sangat bahaya dibandingkan tahun sebelumnya, kalau tahun ini telat penanganan selama tiga hari, sapi bisa langsung mati," terang Gunawan.
Di sisi lain, pengetahuan para peternak tentang PMK masih sangat minim. Selama ini, ketika hewan ternaknya mengalami penyakit, Gunawan memberikan ramuan tradisional.
"Saat ada indikasi sapi sakit kita langsung sigap, biasanya gejalanya makan dan minum tidak nafsu atau lahap seperti biasanya. Kalau itu terjadi, kita pencegahan pertama beri jamu tradisional dan telur bebek. Jika masih belum membaik kita langsung mendatangkan dokter hewan ke lokasi," ujarnya.
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGTrade Expo Indonesia (TEI) Ke-41 Tahun 2026 yang diselenggarakan di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, menargetkan nilai transaksi yang fantastis, yakni mencapai 17,5 miliar dolar AS.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews