KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Banjir yang sempat merendam ratusan rumah di Perumahan Duta Bandara Permai, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, kini mulai surut, Kamis 30 Januari 2025, pagi.
Sebelumnya, ketinggian banjir mencapai 1 meter hingga berdampak pada 2.500 kepala keluarga di RW 09, 10, 11, 12 dan 13. Tetapi kini hanya tersisa genangan yang belum sepenuhnya mengalir.
Warga yang sebelumnya mengungsi di Balai Latihan Kerja (BLK), saat ini sudah mulai kembali ke rumah untuk membersihkan lumpur yang terbawa arus banjir.
Kepala Bidang Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) kabupaten Tangerang menjelaskan tidak ada lagi rumah warga yang terendam banjir. Sebab, air sudah surut setelah kondisi cuaca cerah sepanjang hari.
"Alhamdulillah warga sudah kembali ke rumah masing-masing, karena kondisi air sudah mengalami kesurutan," ujar Agun.
Sementara itu, banjir kiriman yang merendam beberapa wilayah di Kabupaten Tangerang disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi.
"Intensitas hujan tinggi di malam Tahun Baru Imlek, biasanya juga tidak banjir separah ini, baru sekarang kondisi banjir cukup parah," katanya.
Sebab, berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim penghujan akan berlangsung hingga Februari mendatang. Apalagi, daerah yang sering terjadi banjir harus selalu waspada karena curah hujan tinggi.
"Besok kita sudah memasuki bulan Februari, pasti curah hujan meningkat. Diharapkan untuk masyarakat selalu waspada bila terjadinya banjir, dan segera melaporkan ke BPBD Kabupaten Tangerang, bila nanti ada luapan air," imbuhnya.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGMemasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews