Connect With Us

Jangan Abaikan Gejala Radang Amandel, Bisa Ganggu Aktivitas hingga Berujung Operasi 

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 4 Juni 2025 | 18:19

Ilustrasi radang amandel (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Radang amandel atau tonsilitis bukan hanya sakit tenggorokan biasa. Jika dibiarkan atau sering kambuh, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas dan menurunkan kualitas hidup. 

Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan – Bedah Kepala Leher di Bethsaida Hospital Gading Serpong dr. Alexander Nur Ilhami, Sp.THT-KL menjelaskan, radang amandel bahkan bisa menjadi sumber penyakit yang lebih serius jika tidak ditangani lebih lanjut.

"Amandel adalah bagian dari sistem pertahanan tubuh. Tapi ketika sering terinfeksi, justru bisa menjadi sumber penyakit," ujar dr. Alexander.

Radang amandel biasanya dipicu oleh infeksi virus seperti flu atau mononukleosis. Namun, infeksi bakteri seperti Streptococcus pyogenes juga dapat menjadi penyebab. 

Gejala yang umum meliputi nyeri tenggorokan dan kesulitan menelan, demam, kelelahan, batuk, sakit kepala, serta pembengkakan pada amandel.

Bila gejala-gejala ini muncul lebih dari lima kali dalam setahun atau tidak membaik meskipun sudah mendapat pengobatan, bisa jadi kondisi tersebut memerlukan tindakan medis lanjutan.

Sebagian besar kasus radang amandel bisa sembuh dengan istirahat yang cukup, banyak minum air putih, serta penggunaan obat pereda nyeri atau antibiotik jika penyebabnya adalah bakteri. 

Namun, apabila infeksi terus berulang atau menimbulkan komplikasi seperti abses peritonsil, dokter mungkin akan menyarankan tindakan operasi pengangkatan amandel atau tonsilektomi.

Untuk itu, Bethsaida Hospital Gading Serpong menyediakan berbagai metode operasi amandel dengan teknologi modern yang dirancang untuk mengurangi rasa nyeri dan mempercepat pemulihan. 

Metodenya antara lain tonsilektomi tradisional menggunakan pisau bedah, elektrokauter yang menggunakan arus listrik untuk memotong dan menghentikan perdarahan, laser tonsilektomi untuk hasil yang lebih presisi dan minim perdarahan, coblation yang menggunakan suhu rendah agar nyeri pasca operasi bisa ditekan, serta endoskopik tonsilektomi yang menggunakan kamera mini untuk hasil operasi yang lebih akurat.

"Setiap metode memiliki keunggulannya masing-masing. Kami akan memilihkan yang paling sesuai dengan kondisi pasien, tentunya dengan fasilitas dan peralatan yang lengkap serta modern di Bethsaida Hospital," jelas dr. Alexander.

Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong menambahkan, Bethsaida Hospital Gading Serpong tak hanya menghadirkan dokter THT berpengalaman, tetapi juga dilengkapi fasilitas diagnostik dan peralatan bedah yang canggih.

"Klinik THT di Bethsaida Hospital telah kami rancang lengkap, mulai dari layanan konsultasi, endoskopi hidung dan tenggorokan, audiometri, hingga fasilitas bedah dengan teknologi mutakhir. Kami ingin memastikan setiap pasien mendapatkan pelayanan terbaik, dari diagnosis hingga tindakan," katanya.

BISNIS
Mau Jualan saat Ramadan 2027? Simak Perubahan Kebiasaan Belanja Konsumen Mulai dari 10 Hari Pertama Puasa

Mau Jualan saat Ramadan 2027? Simak Perubahan Kebiasaan Belanja Konsumen Mulai dari 10 Hari Pertama Puasa

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:30

Bulan suci Ramadan 2027 tinggal beberapa bulan lagi. Moment ini biasanya dimanfatkan banyak orang untuk berjualan mulai dari takjil, busana muslim dan beragam produk lainnya.

TANGSEL
Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:36

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperketat mitigasi banjir sekaligus kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayahnya.

BANDARA
Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill