Connect With Us

Atasi Masalah Putus Sekolah, Pemkab Tangerang Luncurkan Gerakan Lanjut Sekolah Sasar 2.460 Warga Per Tahun

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 12 Desember 2025 | 21:50

Ilustrasi anak putus sekolah. (Gemini AI / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memperkenalkan Gerakan Lanjut Sekolah berbasis pendidikan non-formal, yang tidak hanya ditujukan bagi usia sekolah, tetapi juga warga dewasa hingga mereka yang berusia di atas 25 tahun.

Gerakan ambisius ini menjadi fokus utama dalam Seminar Pendidikan ke-6 Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang yang digelar di Lemo Hotel Serpong, Kamis 11 Desember 2025.

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menegaskan bahwa pendidikan adalah hak dasar yang tak bisa ditawar.

“Tidak boleh ada anak yang putus sekolah. Tidak boleh ada anak yang kehilangan masa depan hanya karena tidak mendapat kesempatan untuk belajar. Setiap anak adalah amanah. Setiap anak adalah masa depan kita,” tegasnnya.

Ia berharap seminar ini dapat melahirkan kolaborasi konkret antara pemerintah daerah, Dewan Pendidikan, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), hingga pemerintah desa/kelurahan.

 

Strategi Kolaborasi Dana Desa dan Target 2.460 Warga

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang Mas Iman Kusnandar menjelaskan Gerakan Lanjut Sekolah akan dijalankan dengan model kolaboratif antara pemerintah desa dan PKBM.

Program ini akan memanfaatkan alokasi dana desa serta dukungan dari provinsi dan pusat.

"Setiap desa dikabarkan mampu memfasilitasi hingga 10 peserta per tahun. Dengan jumlah 246 desa/kelurahan di Kabupaten Tangerang, program ini berpotensi membuka kesempatan belajar bagi sedikitnya 2.460 warga setiap tahun," ungkap Mas Iman.

Sasaran utama program ini adalah masyarakat usia lepas sekolah dan warga dewasa yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah, sementara usia sekolah ditangani melalui jalur formal.

 

Sekolah Swasta Gratis dan Beasiswa Global

Selain jalur non-formal, Pemkab Tangerang juga memperkuat pembiayaan pendidikan formal. Salah satunya melalui pembebasan biaya pendidikan dasar untuk sekolah swasta, menyusul sekolah negeri yang sudah digratiskan.

Komitmen ini diperkuat dengan skema Beasiswa Tangerang Gemilang yang tahun ini menyasar lebih dari 200 siswa. Beasiswa tersebut mencakup pengiriman mahasiswa ke kampus bergengsi, termasuk Cairo, Swiss-German, IPB, hingga Untirta.

"Walaupun tahun depan ada pengurangan anggaran, Pak Bupati tetap berkomitmen mempertahankan bahkan meningkatkan beasiswa dan pembiayaan pendidikan swasta gratis,” pungkas Mas Iman.

TEKNO
kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

Jumat, 31 Juli 2026 | 07:05

Paket internet sekarang tidak cuma soal jumlah gigabyte. Lewat kUotamasya by.U, kamu bisa mendapatkan kuota sekaligus mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perjalanan dengan harga spesial.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill