Connect With Us

Tugu Titik Nol Tigaraksa Telan Anggaran Rp 2,3 Miliar, Ini Penjelasan Pemkab Tangerang

Fahrul Dwi Putra | Sabtu, 20 Desember 2025 | 20:18

Tugu Titik Nol Tigaraksa, Kabupaten Tangerang (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang meluruskan anggapan soal pembangunan Tugu Titik Nol Tigaraksa yang menelan anggaran Rp 2,3 miliar. 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tangerang Erwin Mawandi mengatakan, dana tersebut tidak hanya dialokasikan untuk pendirian tugu, melainkan mencakup pengembangan kawasan taman literasi digital di pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang.

Lanjutnya, fokus proyek ini adalah penataan kawasan secara menyeluruh, bukan semata pembangunan monumen.

“Anggaran itu tidak berdiri untuk tugunya saja. Tugu nol hanya bagian kecil dari pengembangan kawasan taman literasi,” kata Erwin dikutip dari Kompas.com, Sabtu, 20 Desember 2025.

Menurut Erwin, tugu tersebut sebelumnya telah dibangun oleh Badan Informasi Geospasial sebagai penanda koordinat wilayah. 

Namun, kondisinya dinilai sudah tidak memadai sehingga pemerintah daerah mengajukan izin perapihan sekaligus pengembangan fungsi kawasan.

“Karena itu kami minta izin ke BIG untuk merapikan. Setelah diizinkan, kami kembangkan fungsinya supaya tidak hanya simbol, tapi juga punya nilai edukasi,” ujarnya.

Diketahui, Taman Tugu Nol Tigaraksa berada di area Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, tepatnya di antara Gedung Inspektorat dan Kantor Bappeda. 

Tugu berwarna ungu dengan tulisan Titik 0 KM Kabupaten Tangerang berdiri di bagian depan taman. 

Di belakangnya terdapat bangunan melingkar dengan dua ruangan yang saat ini masih kosong, serta satu pohon besar yang tetap dipertahankan sebagai bagian dari ruang terbuka hijau.

Bangunan tersebut direncanakan menjadi perpustakaan modern berbasis digital.

Tempat ini ditargetkan sebagai ruang belajar alternatif yang lebih dekat dengan anak muda.

“Kami ingin tempat ini jadi ruang belajar. Anak-anak muda yang datang, misalnya setelah olahraga, bisa belajar lewat media digital, bukan perpustakaan konvensional,” kata Erwin.

Pembangunan fisik kawasan taman ini telah berjalan sekitar tiga bulan terakhir dan masih berlangsung hingga saat ini. 

Sementara itu, pengisian perangkat dan konten digital diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam bulan ke depan.

“Sekarang baru fisiknya. Nanti akan dilengkapi LED, komputer, tablet, dan konten digital supaya bisa dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

Setelah seluruh tahapan rampung, pengelolaan taman literasi digital tersebut akan diserahkan kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang. 

Selain itu, direncanakan juga berbagai kegiatan edukatif, termasuk kunjungan rutin dari pelajar.

Erwin menegaskan, kawasan seluas sekitar 1.000 meter persegi itu tetap mempertahankan fungsi ruang terbuka hijau. Pepohonan yang ada tidak ditebang dan justru diintegrasikan ke dalam desain taman.

Terkait nilai anggaran Rp 2,3 miliar, Erwin menyebut perhitungan telah disusun berdasarkan rencana anggaran biaya dan pelaksanaannya dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan karena kawasan tersebut masuk dalam prasarana, sarana, dan utilitas umum.

Ia berharap masyarakat dapat melihat proyek ini secara utuh dan tidak hanya menilai dari keberadaan tugunya semata.

“Kalau dilihat sepintas memang seperti tugu. Padahal yang dibangun adalah kawasan taman literasi digital untuk kepentingan jangka panjang,” tukas Erwin.

OPINI
Cara Islam Mengatasi Kenaikan Harga BBM

Cara Islam Mengatasi Kenaikan Harga BBM

Rabu, 17 Juni 2026 | 16:23

Demo yang digelar Mahasiswa beberapa waktu lalu, terkait protes kenaikan harga BBM menunjukan jika kenaikan harga BBM menjadi masalah besar di negeri ini, membuat kehidupan masyarakat bertambah sulit.

TEKNO
Diskominfo Temukan Sejumlah Kendala Penggunaan Aplikasi Tangsel One

Diskominfo Temukan Sejumlah Kendala Penggunaan Aplikasi Tangsel One

Senin, 22 Juni 2026 | 18:36

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengevaluasi pengoperasian aplikasi super Tangsel ONE dan Asisten Virtual berbasis kecerdasan buatan (AI Chat-First), Helita, sejak diluncurkan bulan lalu.

KAB. TANGERANG
Warga Hadang Ekskavator, Penggusuran Bangunan di Lahan Pengembang Kawasan Cisoka Berakhir Ricuh

Warga Hadang Ekskavator, Penggusuran Bangunan di Lahan Pengembang Kawasan Cisoka Berakhir Ricuh

Kamis, 25 Juni 2026 | 20:50

Kericuhan mewarnai eksekusi bangunan liar (bangli) yang berdiri di lahan milik PT. Gradya Murni Utama, perusahaan pengembang properti di Desa Jeungjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, pada Kamis 25 Juni 2026.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill