Connect With Us

Gigi Goyang pada Orang Dewasa Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius, Ini Penjelasannya

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 26 Desember 2025 | 11:03

Ilustrasi sakit gigi. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Anggapan bahwa gigi goyang hanya dialami anak-anak saat masa pergantian gigi masih kerap ditemui di masyarakat. 

Padahal, kondisi serupa juga bisa terjadi pada orang dewasa dan justru perlu mendapat perhatian lebih serius. Sebab, gigi yang mulai terasa longgar tanpa adanya benturan atau cedera dapat menjadi sinyal adanya gangguan pada jaringan penyangga gigi.

Dokter Gigi Spesialis Periodonsia di Bethsaida Hospital Dental Center Gading Serpong drg. R. A. Syanti W. Astuty, Sp.Perio, FISID, M.M., menjelaskan, kegoyangan gigi pada orang dewasa umumnya berkaitan dengan penyakit gusi yang sudah berkembang. 

Penyakit ini dapat merusak jaringan gusi dan tulang penyangga gigi secara perlahan.

“Gigi yang goyang adalah sinyal dari tubuh bahwa ada masalah serius dengan gusi dan tulang penyangga gigi. Penanganan yang tepat bisa membantu menyelamatkan gigi Anda,” jelas drg. Syanti.

Lebih lanjut, kegoyangan gigi pada orang dewasa tidak bisa disamakan dengan kondisi normal seperti pada anak-anak. 

Beberapa faktor dapat menjadi pemicunya, mulai dari benturan atau kecelakaan, penyakit sistemik seperti diabetes melitus, kebiasaan menggertakkan gigi, hingga penyakit gusi yang dikenal sebagai periodontitis.

Menurutnya, tingginya angka penyakit gusi di Indonesia membuat kondisi ini tidak boleh dipandang sebelah mata. 

“Tingginya prevalensi penyakit gusi sebesar 74 % di Indonesia, dimana lebih sering terjadi pada wanita dibanding pria, membuat Penyakit Gusi yang disebut Periodontitis tidak boleh dianggap remeh. Pemberian terapi yang tepat dapat mencegah terjadinya kerusakan jaringan gusi dan tulang ke arah yang lebih lanjut dan terhindar dari kehilangan gigi,” tambahnya.

Penanganan gigi goyang pada orang dewasa membutuhkan pemeriksaan menyeluruh oleh tenaga profesional. 

Setelah evaluasi dilakukan, dokter gigi akan menentukan terapi yang sesuai dengan penyebab kegoyangan tersebut. 

Tindakan yang diberikan bisa berupa pembersihan karang gigi, stabilisasi gigi dengan mengikat gigi yang goyang ke gigi di sekitarnya, hingga tindakan periodontal lanjutan bila diperlukan. Perawatan mandiri di rumah juga dianjurkan untuk mencegah kondisi semakin parah.

“Gigi goyang bisa diperbaiki dengan penanganan yang tepat. Pemeriksaan lebih dini membantu menghindari masalah lebih besar di masa depan,” jelas drg. Syanti.

Selain penanganan medis, upaya pencegahan dinilai berperan penting dalam menjaga kesehatan gigi dan gusi. 

Menurut drg. Syanti, kebiasaan sederhana seperti menyikat gigi dengan teknik yang benar, melakukan pembersihan karang gigi secara rutin, serta menghindari kebiasaan menggertakkan gigi dapat membantu menjaga kekuatan jaringan penyangga gigi. Pengendalian kadar gula darah juga menjadi faktor penting, terutama bagi penderita diabetes.

“Kebiasaan sederhana ini tidak hanya menjaga gigi dan gusi tetap sehat, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan tubuh secara keseluruhan,” ujarnya.

Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong dr. Pitono menyampaikan, Bethsaida Hospital Dental Center Gading Serpong menyediakan layanan perawatan gigi dengan dukungan teknologi medis dan tenaga dokter gigi umum serta spesialis. 

“Di Bethsaida Hospital Dental Center, kami selalu berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kenyamanan pasien. Dengan kombinasi teknologi terkini dan pengalaman para dokter spesialis, kami bertujuan memberikan perawatan gigi yang menyeluruh dan sesuai dengan kebutuhan pasien,” pungkas dr. Pitono.

 

BANDARA
Liburan ke Tanjung Lesung Banten Kini Bisa Naik Bus Damri dari Bandara Soetta, Ini Jadwal dan Tarifnya

Liburan ke Tanjung Lesung Banten Kini Bisa Naik Bus Damri dari Bandara Soetta, Ini Jadwal dan Tarifnya

Jumat, 9 Oktober 2026 | 20:02

Akses menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, kini semakin praktis. Perum DAMRI secara resmi mengoperasikan rute pemadu moda baru yang menghubungkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang langsung ke Tanjung Lesung

KAB. TANGERANG
Kenaikan Harga Solar Hambat Retribusi dan Pengangkutan Sampah di Kabupaten Tangerang

Kenaikan Harga Solar Hambat Retribusi dan Pengangkutan Sampah di Kabupaten Tangerang

Jumat, 9 Oktober 2026 | 18:57

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis solar berdampak langsung pada operasional pengangkutan sampah di Kabupaten Tangerang.

BANTEN
16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

Kamis, 8 Oktober 2026 | 11:15

Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill