Connect With Us

Bukan Begal, Remaja di Jambe Ternyata Dihabisi Guru Agama, Motifnya Sakit Hati

Muhamad Yusri Hidayat | Rabu, 31 Desember 2025 | 01:41

Polisi olah TKP penemuan mayat remaja korban begal di pinggir jalan di Kampung Jantungeun, Desa Mekarsari, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu 27 Desember 2025. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

TANGERANGNEWS.com-Tabir gelap kematian Abdul Aziz, 19, remaja yang jasadnya ditemukan di Kampung Jantungeun, Desa Mekar Sari, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, akhirnya terungkap.

Sempat dikira menjadi korban pembegalan, remaja malang ini ternyata tewas dibunuh oleh orang yang dikenalnya karena motif sakit hati.

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang berhasil membekuk pelaku yang berinisial AM, 23, pada Sabtu, 27 Desember 2025. Fakta yang mengejutkan publik adalah latar belakang pelaku yang merupakan seorang oknum Guru Agama.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, mengungkapkan bahwa pelaku diamankan di kediamannya di Desa Tipar Raya, Kecamatan Jambe. Saat diciduk petugas, AM tampak tenang dan tidak memberikan perlawanan.

"Saat dilakukan penangkapan, yang bersangkutan mengenakan kemeja hitam, sarung, dan peci. Pelaku kooperatif dan tidak melakukan perlawanan," jelasnya, Selasa 30 Desember 2025.

 

Motif Dendam

Awalnya, hilangnya sepeda motor Yamaha Mio dan ponsel milik korban menguatkan dugaan bahwa Abdul Aziz adalah korban begal.

Namun, hasil pemeriksaan intensif mematahkan asumsi tersebut. Polisi memastikan bahwa AM dan korban saling mengenal satu sama lain.

Motif utama di balik aksi keji ini adalah rasa sakit hati yang dipendam pelaku terhadap korban. "Antara terduga pelaku dan korban saling kenal. Motif tersangka melakukan perbuatan itu murni karena sakit hati," tegas Indra Waspada.

 

Sempat Mengecoh Petugas

Sebelum berhasil ditangkap, AM sempat berupaya menghilangkan jejak. Polisi mengaku sempat terkecoh dengan informasi keberadaan pelaku yang terdeteksi di wilayah Serang dan Lebak, Banten.

"Namun belakangan diketahui, pelarian tersangka tersebut sebenarnya dilakukan untuk membuang atau menghilangkan barang bukti," tambah Indra.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyisiran untuk menemukan barang bukti yang dibuang oleh pelaku guna memperkuat berkas perkara.

Dua benda penting milik korban, yakni ponsel dan sepeda motor Yamaha Mio, masih dalam proses pencarian oleh tim penyidik.

BISNIS
Logeski Tawarkan Cara Baru Bersihkan Toilet Tanpa Perlu Banyak Menyikat

Logeski Tawarkan Cara Baru Bersihkan Toilet Tanpa Perlu Banyak Menyikat

Minggu, 13 September 2026 | 06:38

Logeski memperkenalkan Logeski Toilet Bowl Cleaner ke pasar Indonesia dengan konsep no-scrub cleaning.

BANTEN
Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Senin, 14 September 2026 | 21:42

Pencarian terhadap delapan orang yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda dilanjutkan selama tiga hari kedepan.

BANDARA
Batal Terbang di Bandara Soetta Imbas Abu Vulkanik, 7 Mahasiswi Malah Kena Tipu Beli Tiket Bus via TikTok

Batal Terbang di Bandara Soetta Imbas Abu Vulkanik, 7 Mahasiswi Malah Kena Tipu Beli Tiket Bus via TikTok

Rabu, 9 September 2026 | 17:50

Tujuh mahasiswi asal Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) jadi korban penipuan agen tiket bus bodong di media sosial.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill