Connect With Us

11 Tahun Tanggul Jebol Dibiarkan, Ratusan Rumah dan Sawah di Kresek Terendam Banjir

Muhamad Yusri Hidayat | Senin, 5 Januari 2026 | 20:28

Banjir merendam 115 rumah di Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, sejak Sabtu 3 Januari 2026. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 115 rumah di Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, terendam banjir setinggi 60 hingga 100 sentimeter sejak Sabtu 3 Januari 2026. Selain permukiman, luapan air juga menenggelamkan sedikitnya 35 hektare sawah milik warga setempat.

Sukemi, Kepala Desa Pasir Ampo mengungkapkan bahwa banjir ini merupakan dampak dari jebolnya tanggul Sungai Cidurian yang tidak mampu menahan kiriman air dari wilayah Bogor dan Rangkasbitung. Mirisnya, tanggul tersebut sudah dalam kondisi jebol sejak tahun 2015.

‎"Sudah 11 tahun tapi belum ada perbaikan dari Pemerintah Provinsi Banten, padahal tiap tahun banjir," jelasnya, Senin 5 Januari 2026.

Menurut Sukemi, keluhan warga seolah tidak didengar oleh Pemerintah Provinsi Banten yang memiliki kewenangan atas penanganan aliran sungai tersebut.

Padahal, bencana banjir menjadi agenda tahunan yang selalu menghantui warga setiap kali debit air Sungai Cidurian meningkat. Ia menyesalkan ketiadaan perhatian dari pemerintah provinsi meski kondisi ini sudah berlangsung lebih dari satu dekade.

‎"Ada 115 rumah dan 35 hektare sawah, terendam akibat luapan Kali Cidurian," lanjutnya. 

Kondisi warga semakin memprihatinkan karena hingga Senin siang, belum ada satu pun petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang yang turun ke lokasi.

Warga mengaku belum menerima bantuan logistik maupun armada untuk evakuasi, sehingga sebagian besar penyintas banjir harus bertahan dengan keterbatasan selama tiga hari terakhir.

‎"Selama tiga hari ini belum ada bantuan, baik memberikan pasokan logistik ataupun bantuan untuk mengungsikan warga," kata Sukemi.

Saat ini, warga Desa Pasir Ampo hanya bisa berharap Pemprov Banten segera mengambil langkah nyata dengan memperbaiki tanggul yang rusak permanen tersebut.

Perbaikan tanggul dinilai sebagai satu-satunya solusi jangka panjang agar ratusan kepala keluarga di wilayah tersebut tidak terus-menerus menjadi langganan banjir.

‎"Harapannya pemprov bisa melihat kondisi ini, tapi enggak ada sedikit pun perhatian dari pemerintah," tutup Sukemi.

KAB. TANGERANG
Persiapan PSEL, Pemkab Tangerang Genjot Pemilahan Sampah Kering

Persiapan PSEL, Pemkab Tangerang Genjot Pemilahan Sampah Kering

Rabu, 3 Juni 2026 | 20:31

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mulai menyiapkan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin guna mengoptimalkan peran bank sampah.

OPINI
Merindukan Rumah di Bawah Naungan Syariah

Merindukan Rumah di Bawah Naungan Syariah

Senin, 1 Juni 2026 | 16:11

"Rumahku adalah surgaku", sebuah slogan yang menggambarkan bagaimana sebuah rumah menjadi tempat yang nyaman, aman dan menyenangkan bagi penghuninya. Namun, hari ini rumah bukan lagi menjadi surga yang dirindukan.

SPORT
3 Pemain Persita Dipanggil Timnas untuk FIFA Matchday Juni 2026, Wakili Indonesia hingga Guinea Khatulistiwa

3 Pemain Persita Dipanggil Timnas untuk FIFA Matchday Juni 2026, Wakili Indonesia hingga Guinea Khatulistiwa

Jumat, 29 Mei 2026 | 14:39

Persita Tangerang melepas sejumlah pemainnya untuk agenda internasional FIFA Matchday Juni 2026.

TANGSEL
5.000 Siswa Tangsel Disiapkan Bantuan Rp1,8 Juta Jika Tak Lolos SMP Negeri

5.000 Siswa Tangsel Disiapkan Bantuan Rp1,8 Juta Jika Tak Lolos SMP Negeri

Kamis, 4 Juni 2026 | 10:14

Siswa yang gagal masuk SMP negeri di Tangerang Selatan (Tangsel) masih berpeluang melanjutkan pendidikan di sekolah swasta dengan skema bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill