TANGERANGNEWS.com-Bagi sebagian orang banjir merupakan musibah yang harus dihadapi saat musim hujan terjadi. Tapi bagi Dede Masyudi dan dua temannya, banjir justru menjadi ladang untuk meraup pundi-pundi rupiah.
Dengan bermodalkan gerobak buatan, tiga pemuda ini menjajakan jasa ojek gerobak untuk mengangkut motor di jalan penghubung antara Desa Koper dan Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang yang terendam banjir.
Meski pekerjaannya hanya berlaku saat banjir, pendapatan yang diraup Dede terbilang cukup menggiurkan.
Pasalnya banjir yang merendam kawasan tersebut masih memiliki ketinggian sekitar 60 sentimeter, sehingga motor yang nekat melintas dipastikan mogok.
Dede mengaku, dengan menjajakan ojek gerobak dalam sehari dia dan rekannya bisa mendapatkan keuntungan mulai dari Rp200.000 sampai Rp500.000.
"Kalau pendapatan sehari paling Rp200.000 tergantung banyaknya warga yang mau pakai jasa ojek ini," akunya.
Meskipun begitu, mereka tak mengenakan tarif bagi warga yang ingin memakai jasa ojek gerobaknya. "Ada yang ngasih Rp10.000 ada juga yang memberi Rp25.000, seikhlasnya saja," katanya.
Dalam sehari Dede bersama teman-temannya bisa mengangkut hingga 30 motor. "Kalau banjir udah tiga hari ini, sehari 30 motor mah ada saya sama temen saya nyebrangin," tutupnya.