Connect With Us

1 Ton Biota Laut Mati Akibat Pencemaran, Aktivitas Nelayan Tangerang Lumpuh

Muhamad Yusri Hidayat | Senin, 16 Februari 2026 | 15:16

Puluhan kapal nelayan di Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang bersandar di tepi muara akibat pencemaran bahan kimia yang membunuh biota laut, Minggu 15 Februari 2025. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Aktivitas nelayan yang berada di wilayah pesisir Utara Kabupaten Tangerang lumpuh akibat laut yang tercemar bahan kimia berupa pestisida dari aliran Sungai Cisadane. 

‎Pencemaran tersebut disinyalir berasal dari sisa-sisa bahan kimia kebakaran gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama di Tangerang Selatan (Tangsel).

‎Berdasarkan pantauan Tangerangnews di Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang terlihat puluhan perahu milik nelayan bersandar di tepi muara Sungai Cisadane. 

‎Sejumlah nelayan terlihat sedang merajut jala, memperbaiki perahu atau duduk di pinggir muara akibat tidak bisa melakukan aktivitas melaut seperti biasanya. 

‎Sekretaris Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia Tanjung Pasir Erni Kumalasari mengatakan banyak nelayan di Pantai Tanjung Pasir yang menghentikan aktivitas melaut sejak Kamis 12 Februari 2026, lantaran pencemaran dari aliran Sungai Cisadane 

‎"Jadi nelayan tuh enggak pada cari ikan selama kurang lebih 4 harian. Udang dan kerang di bagan juga pada mati," ujarnya, Minggu 15 Februari 2026.

‎Erni menuturkan, pencemaran laut yang terjadi akibat bahan kimia pada aliran Sungai Cisadane itu telah sampai ke Kepulauan Seribu seperti Pulau Untung Jawa, dan Pulau Pari.

‎"Cemarannya dari sungai Cisadane terus ke Kalibaru, lalu ke Tanjung Burung, baru ke laut lepas," jelasnya.  

‎Selain itu, pencemaran tersebut membuat kondisi permukaan air laut tampak mengalami perubahan, terlihat berminyak dan banyak partikel yang menempel. Selain itu, laut juga jadi memiliki bau yang tidak biasa. 

‎"Jadi kayak bau solar gitu," katanya. 

‎Sementara itu, salah seorang nelayan di Tanjung Pasir, Sahlan mengatakan, imbas pencemaran itu membuat banyak biota laut seperti ikan, udang dan kerang yang mati. Jumlahnya diperkirakan mencapai 1 ton.

‎"Ikan payus, ikan bulan-bulan, ikan putih, udang juga mati, tapi kemarin ikan sapu-sapu (di sekitar muara sungai) aja yang kuat ikut mat. Itu sekitar satu ton lebih," ujarnya. 

OPINI
Apa yang Mau Disampaikan oleh AHY?

Apa yang Mau Disampaikan oleh AHY?

Jumat, 11 September 2026 | 18:05

Pidato Agus Harimurti Yudhoyono pada peringatan seperempat abad Partai Demokrat tanggal 5 September 2026 yang menyinggung batas waktu kekuasaan langsung menghadirkan berbagai penafsiran.

TEKNO
Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Rabu, 9 September 2026 | 19:46

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berkolaborasi dengan Universitas Bunda Mulia (UBM) dalam pengembangan inovasi serta pemanfaatan data science dan artificial intelligence (AI) di sektor ritel.

TANGSEL
Pemkot Tangsel Salurkan Hampir 1 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan

Pemkot Tangsel Salurkan Hampir 1 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan

Sabtu, 12 September 2026 | 17:08

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan langkah antisipasi dan penanganan darurat bencana di wilayahnya.

NASIONAL
Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Mengaku Baru Ditelepon Istana Pagi Sebelum Dilantik Sore

Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Mengaku Baru Ditelepon Istana Pagi Sebelum Dilantik Sore

Senin, 14 September 2026 | 16:46

Suahasil Nazara mengaku baru mendapat informasi untuk menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan pada Senin, 14 September 2026, pagi. Ia kemudian menghadap Presiden Prabowo Subianto sebelum dilantik di Istana Negara, Jakarta.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill