Connect With Us

Harga Plastik di Pasar Tradisional Tangerang Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah

Muhamad Yusri Hidayat | Jumat, 10 April 2026 | 19:49

Kantong plastik di Pasar Tradisional Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

TANGERANGNEWS.com-Harga kantong dan gelas plastik di Pasar Tradisional Curug, Kabupaten Tangerang mengalami kenaikan sampai 70 persen akibat lonjakan harga bahan baku dampak konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah. 

Kenaikan harga plastik tersebut dikeluhkan oleh pedagang, termasuk penjual kopi keliling yang terkena dampak langsung pada biaya operasional.

Berdasarkan pantauan Tangerangnews di Pasar Tradisional Curug, Kabupaten Tangerang, pada Jumat 10 April 2026, kios pedagang plastik terlihat sepi pembeli.

Kondisi ini terjadi berbarengan dengan kenaikan pada harga berbagai jenis kantong plastik dan gelas plastik dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satu pedagang plastik, Arwanto menjelaskan, lonjakan harga ini terjadi pada hampir seluruh jenis produk plastik.

Harga kantong plastik yang semula dijual sekitar Rp10.000 saat ini naik menjadi Rp16.000. Sementara, untuk harga kantong plastik merah yang semula dijual Rp19.000, kini dijual sampai Rp26.000.

"Semua jenis plastik naik harganya. Contohnya plastik kiloan yang biasanya untuk kopi atau es, itu awalnya saya jual harga Rp7.000, sekarang Rp12.000," jelas Arwanto.

Arwanto mengungkapkan, kenaikan pada harga plastik ini membuat omzet penjualan pedagang plastik menurun signifikan dikarenakan daya beli masyarakat ikut melemah.

"Soalnya naiknya tinggi, konsumen saya juga kaget, yang tadinya mau beli akhirnya enggak jadi beli," ungkapnya.

Kenaikan harga plastik ini juga dirasakan oleh pedagang kopi keliling. Mereka mengaku kesulitan dalam memenuhi penyediaan bahan pengemas seperti kantong plastik dan gelas plastik.

Salah seorang pedagang kopi keliling, Soma mengatakan, kenaikan harga plastik ini sangat mempengaruhi perhitungan modal dan keuntungan penjualannya.

"Dulu saya beli plastik banyak, otomatis karena ada kenaikan saya belinya sedikit, sesuai dengan modal kita," ucap Soma.

Kenaikan harga ini membuat Soma jadi menanggung beban biaya lebih besar agar tidak berdampak pada harga penjualan kopi dan keuntungannya.

"Harga kopi saya usahakan enggak naik, cuma beli plastiknya aja saya kurangi," jelasnya.

Soma berharap, pemerintah dapat mengintervensi kenaikan harga plastik ini agar bisa kembali menjadi stabil. Pasalnya, kenaikan harga tersebut sangat membebankan pelaku usaha kecil.

"Semua plastik naik, tapi kalau harga kopi saya naikan juga, pelanggan saya nanti pada enggak mau beli," tutupnya.

BISNIS
RS Berstandar Internasional dengan Teknologi Bedah Robotik Segera Dibangun di KEK ETKI Banten

RS Berstandar Internasional dengan Teknologi Bedah Robotik Segera Dibangun di KEK ETKI Banten

Kamis, 9 April 2026 | 19:36

Banten bersiap menyambut layanan kesehatan kelas dunia. Sebab, rumah sakit (RS) berstandar internasional dengan teknologi medis paling mutakhir akan dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK-ETKI) Banten

TOKOH
Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:51

Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.

BANTEN
Kapal Vietnam Kepergok Selundupkan Sisik Trenggiling Rp46,8 Miliar di Perairan Merak Banten

Kapal Vietnam Kepergok Selundupkan Sisik Trenggiling Rp46,8 Miliar di Perairan Merak Banten

Jumat, 10 April 2026 | 20:39

Upaya penyelundupan 780 kilogram sisik trenggiling dari kapal asing MV Hoi An 8 berbendera Vietnam digagalkan Tim Quick Response Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten di perairan Tanjung Sekong, Merak, Kota Cilegon.

BANDARA
Atap Jebol di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Selesai Diperbaiki, Pastikan Kondisi Aman

Atap Jebol di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Selesai Diperbaiki, Pastikan Kondisi Aman

Kamis, 9 April 2026 | 17:16

Perbaikan pada satu titik atap di area Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) yang terdampak cuaca ekstrem telah berhasil diselesaikan Kamis 9 April 2026, pukul 07.00 WIB.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill