Connect With Us

Sindikat Pengedar Dolar AS Palsu Diringkus Bareskrim di Cikupa Tangerang, Jual Rp13.400 Per USD

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 20 April 2026 | 09:22

Barang bukti uang dolar palsu yang diamankan Polres Bandara Soekarno-Hatta. (TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Jaringan peredaran uang dolar Amerika Serikat (USD) palsu di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten, dibongkar Satuan Resmob Bareskrim Polri.

Dalam operasi ini, petugas menangkap empat orang tersangka berinisial AS, AF, dan AA, dan HS.

Kasat Resmob Bareskrim Polri, Kombes Teuku Arsya Khadafi menjelaskan pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat melalui hotline Resmob Bareskrim yang mencurigai adanya transaksi valuta asing ilegal.

Pelaku menggunakan modus menawarkan Dolar Macau dengan harga di bawah pasar, yakni Rp13.400 per US Dolar, untuk menarik minat warga di tengah tingginya nilai tukar saat ini.

"Kami mengamankan tersangka berinisial AS saat hendak bertransaksi di rumah makan kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang pada Jumat 17 April 2026, sekitar pukul 13.45 WIB ," ujarnya seperti dilansir dari Kumparan, Senin 20 April 2026.

Dari tangannya, ditemukan 874 lembar uang dolar pecahan 100 USD yang setelah diperiksa ternyata palsu.

Hasil pengembangan dari penangkapan AS, polisi bergerak cepat dan meringkus tiga anggota sindikat lainnya yakni AF, AA, dan HS. "Masing-masing memiliki peran strategis mulai dari perantara hingga penyedia uang palsu," tambah Teuku Arsya.

Meski empat orang telah diamankan, polisi masih memburu satu sosok kunci berinisial D yang diduga kuat sebagai pemasok utama atau bandar besar dalam jaringan ini.

"Kami masih mendalami apakah kelompok ini bergerak sendiri atau berkaitan dengan sindikat lintas wilayah lainnya," tambahnya.

Para pelaku dan barang bukti kini telah dilimpahkan ke Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri untuk penyidikan lebih lanjut. Adapun nilai barang bukti yang disita mencapai Rp1,4 miliar.

Atas perbuatannya, mereka dijerat dengan Pasal 244 dan 245 ayat 1 dan 2 KUHP tentang pemalsuan mata uang.

Teuku Arsya mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan transaksi valas di lembaga resmi seperti bank atau money changer berizin.

"Jangan mudah tergiur tawaran harga murah yang tidak masuk akal. Pastikan bertransaksi di tempat yang memiliki izin operasi resmi untuk menghindari kerugian," pungkasnya.

BANTEN
Cadangan Listrik Banten Surplus 30 Persen, Pemprov Jamin Kebutuhan Industri

Cadangan Listrik Banten Surplus 30 Persen, Pemprov Jamin Kebutuhan Industri

Rabu, 29 Juli 2026 | 18:37

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyatakan ketersediaan energi listrik di wilayahnya saat ini berada dalam kondisi surplus sebesar 30 persen dari total kapasitas daya tampung pemakaian.

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill