Connect With Us

Masalah Ekonomi dan Sanitasi Jadi Faktor Dominan Penyebab Sunting di Kabupaten Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah, Muhamad Yusri Hidayat | Jumat, 26 Juni 2026 | 23:29

Program mencegah bayi stunting di Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

‎TANGERANGNEWS.com-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat persentase stunting di tahun ini mengalami penurunan dari 7,3 persen tahun 2025 menjadi 7 persen.

‎Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi mengatakan meski mengalami penurunan, faktor ekonomi menjadi penyebab utama terjadinya stunting di Kabupaten Tangerang. 

‎"Jika ekonominya kurang maka kemampuan keluarga untuk menyediakan makanan bergizi untuk balita juga kurang. Ketika asupan makan kurang maka pemenuhan zat gizi bagi tubuh juga tidak maksimal sehingga menyebabkan stunting," ujarnya, saat diwawancarai Tangerangnews, Jumat 26 Juni 2026.

‎Selain ekonomi, kurangnya sanitasi lingkungan di sejumlah wilayah juga salah satu faktor dominan.

‎"Pengelolaan sampah yang kurang baik, Buang Air Besar (BAB) sembarangan menyebabkan kondisi lingkungan menjadi buruk yang kemudian menjadi penyebab tingginya infeksi pada balita, lalu menjadi awal terjadinya stunting," tutur Hendara.

‎Selain itu, Hendra juga menekankan pentingnya kondisi kesehatan pada ibu hamil. Menurutnya, jika ibu hamil mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) atau anemia, dapat meningkatkan resiko terjadinya premature ataupun Berat Badan Bayi lahir rendah (BBLR).

‎"Bayi BBLR jika tidak ditatalaksana dengan baik dan benar, juga akan menyebabkan stunting dikemudian hari," tutupnya.

‎Berdasarkan Keputusan Bupati Tangerang No. 794 Tahun 2025 Tentang Penetapan Desa/ Kelurahan Lokus Prioritas Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim Tahun 2026, terdapat 10 Desa yang menjadi prioritas penanganan stunting pemerintah daerah. 

Hendra merinci, 10 Desa Lokus yang tersebar di 7 Kecamatan yaitu Desa Gaga dan Desa Pakuhaji di Kecamatan Pakuhaji, Desa Mekarsari dan Desa Sukatani di Kecamatan Rajeg, Desa Pangkalan dan Desa Kebun Cau di Kecamatan Teluk Naga. 

Lalu, ‎Desa Gempol Sari Kecamatan sepatan Timur, Desa Salembaran Jaya Kecamatan Kosambi, Desa Cikasungka Kecamatan Solear, dan Desa Gunung Kaler Kecamatan Gunung Kaler.

BANDARA
Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta Jadi Pusat Keberangkatan Jemaah Umrah Mulai 1 Juli

Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta Jadi Pusat Keberangkatan Jemaah Umrah Mulai 1 Juli

Jumat, 26 Juni 2026 | 18:06

Mulai 1 Juli 2026, proses keberangkatan jemaah umrah rombongan yang menggunakan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) akan dialihkan secara terpusat melalui Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

TANGSEL
Hasil SPMB SMPN Tangsel 2026 Jalur Domisili Diumumkan Malam Ini, Wali Kota Jamin Tidak Ada Titipan

Hasil SPMB SMPN Tangsel 2026 Jalur Domisili Diumumkan Malam Ini, Wali Kota Jamin Tidak Ada Titipan

Jumat, 26 Juni 2026 | 18:15

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) dijadwalkan akan mengumumkan hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP Negeri Tahap I untuk jalur domisili pada malam ini, Kamis, 26 Juni 2026, tepat pukul 21.00 WIB.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

NASIONAL
Mengenal PMOS, Istilah Baru Pengganti PCOS dan Dampaknya bagi Wanita

Mengenal PMOS, Istilah Baru Pengganti PCOS dan Dampaknya bagi Wanita

Jumat, 26 Juni 2026 | 18:34

Perubahan nama ini didasari oleh tingginya angka underdiagnosis atau kasus yang tidak terdeteksi di masyarakat.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill