TANGERANGNEWS.com-Warga Desa Budimulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, dihebohkan dengan penemuan seekor buaya yang sedang bertelur dekat pemukiman, pada Selasa 4 Agustus 2026.
Berdasarkan video yang beredar, buaya dengan panjang sekitar 2 meter itu ditemukan di sebuah hamparan ilalang yang berada di sekitar aliran Sungai Cimanceuri.
Reptil buas tersebut akhirnya diamankan oleh salah seorang warga yang mempunyai kemampuan penjinakkan buaya. Proses evakuasi berlangsung dramatis hingga disaksikan oleh warga setempat.
Setelah berhasil dievakuasi, mulut buaya itu ditutup mengenakan kain. Sementara kakinya tersebut diikat dengan tali. Kemudian, buaya tersebut diserahkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang.
Babinsa Desa Budimulya Serka Mulyana mengatakan buaya ini pertama kali ditemui oleh salah seorang warga yang ingin mengambil pakan untuk hewan ternaknya, pada Senin 3 Agustus 2026 sore.
"Awal mulanya, ada salah satu warga, waktu kemarin sore sedang mencari rumput untuk pakan peliharaannya domba, malah ketemu sarang buaya yang sudah bertelur dan sempat mau nyerang. Warga pun akhirnya lari, lalu lapor ke pak RT," kata Mulyana.
Lebih lanjut, pihak RT yang telah menerima laporan pun kemudian langsung menghubungi Babinsa. Ia meminta agar para warga tidak mendekati lokasi dan berencana melakukan pencarian buaya tersebut di keesokan harinya.
Sebelum kedatangan petugas, sejumlah warga memutuskan mencari keberadaan reptil tersebut terlebih dahulu dan berhasil menangkapnya. Buaya tersebut akhirnya diamankan pada petugas BPBD.
Menurutnya, reptil dengan berat sebesar 40 kilogram tersebut ditemukan warga di area ilalang yang berjarak sekitar 30 meter dari aliran Sungai Cimanceuri.
"Dia mengeluarkan telurnya membuat sarang di darat," jelas Mulyana.
Ia menyebutkan, buaya itu diduga bukan yang merupakan satwa liar yang berasal dari sungai, melainkan buaya yang lepas dari tempat penangkaran atau lokasi pemeliharaan yang terbawa arus banjir.
"Waktu itu sempat banjir kiriman dari bogor, karena luapan kali, buaya lepas," tambahnya.
Setelah proses evakuasi selesai, hewan tersebut akan didelegasikan ke Badan regh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk tindakan penanganan lebih lanjut.