TANGERANGNEWS.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 43 hektare lahan pertanian yang berada di wilayah tersebut terancam mengalami gagal panen atau puso, akibat kemarau ekstrem yang disebabkan oleh fenomena El Nino Godzilla.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan 43 lahan pertanian yang terancam puso itu tersebar di 24 desa dari 12 Kecamatan.
Pemerintah Kabupaten Tangerang, dalam hal ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) telah menyiapkan bibit untuk mengganti kerugian warga yang mengalami gagal panen.
"Ada sekitar 8,9 ton benih pengganti yang disiapkan," sebutnya, Rabu 5 Agustus 2026.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana DPKP Kabupaten Tangerang Sahri mengatakan pihaknya masih belum menerima adanya laporan lahan pertanian yang mengalami gagal panen imbas kemarau ekstrem.
"Ancaman kegagalan panen tidak hanya dari kemarau, tetapi bisa juga dari hama dan penyakit. Tapi sampai saat ini belum ada laporan," katanya.
Sahri menambahkan, saat ini DPKP Kabupaten Tangerang masih melakukan langkah-langkah pencegahan untuk menghadapi ancaman kekeringan saat musim kemarau yang berkepanjangan pada lahan pertanian.
"Kami telah memetakan wilayah rawan kekeringan, memanfaatkan data BMKG untuk jadwal tanam, melakukan sosialisasi, menyiagakan brigade alsintan (pompa air), membersihkan saluran irigasi, serta menyiapkan bantuan benih jika terjadi gagal panen (puso)," jelas Sahri.
Selain itu, DPKP Kabupaten Tangerang juga telah melakukan pemetaan pada sumber air potensial, seperti bekas galian pasir di wilayah Selatan dan memfasilatasinya dengan fasilitas pompa air.