TANGERANGNEWS.com-Nasib pedagang di Pasar Gudang, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang kian mengkhawatirkan. Sebab, hampir setengah dari total lapak yang ada dilaporkan mengalami kebangkrutan hingga terpaksa tutup akibat sepinya pembeli.
Pengelola Pasar Gudang Tigaraksa Acep Jayadiwira mengungkapkan bahwa dari total sekitar 350 pedagang yang ada, separuhnya kini sudah tidak lagi aktif berjualan.
Kondisi terparah melanda para pedagang di lantai dua pasar yang didominasi komoditas pakaian.
"Ya kini hampir setengahnya sudah gulung tikar terutama para pedagang di lantai dua. Pada hari Minggu yang seharusnya menjadi momentum panen bagi pedagang pasar, ini justru tetap sepi," ujar Acep, Rabu 2 September 2026.
Pembeli Beralih ke Toko Online dan Pasar Tumpah
Menurut Acep, anjloknya jumlah pengunjung di Pasar Gudang Tigaraksa. tidak lepas dari pergeseran kebiasaan masyarakat yang kini beralih berbelanja secara online melalui berbagai platform e-commerce atau toko online.
Selain itu, semakin marak bermunculan pasar tumpah atau pasar kaget, khususnya yang beroperasi setiap hari Sabtu dan Minggu di sekitar kawasan RSUD Tigaraksa hingga area Pemda, sehingga turut merebut sebagian besar pelanggan Pasar Gudang Tigaraksa.
"Sekitar 70 persen pembeli justru beralih ke pasar tumpah," jelas Acep.
Sebagai langkah antisipasi, pihak pengelola pasar mengaku telah berkoordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Tangerang guna menertibkan keberadaan pasar tumpah liar di sekitar kawasan tersebut.
Di sisi lain, pengelola juga telah berupaya melakukan berbagai terobosan mandiri untuk mendongkrak daya tarik pengunjung, seperti rutin menggelar kompetisi burung berkicau dan kegiatan senam pagi bersama setiap hari Minggu.
"Langkah ini diharapkan mampu mengembalikan potensi kunjungan pembeli ke pasar resmi," terang Acep.
Minta Evaluasi Izin Pasar Baru
Tekanan ekonomi yang dirasakan para pedagang lama kian bertambah dengan hadirnya kompetitor baru, yakni Pasar Sodong yang dikelola pihak swasta.
Terkait hal ini, pihak Acep berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Perumdam Pasar Niaga Kerta Raharja dapat meninjau ulang regulasi serta izin operasional pasar baru yang lokasinya tergolong dekat.
"Harusnya pemerintah meninjau ulang. Buat apa ada pasar tradisional yang dikelola sama BUMD kalau mudah banget mendirikan pasar-pasar (baru) seperti itu. Regulasinya yang harus ditekankan oleh pemerintah daerah," tegasnya.
Sementara itu, Dayat, salah seorang pedagang pakaian di Pasar Gudang Tigaraksa, membenarkan tingkat keramaian pasar saat ini mengalami penurunan drastis jika dibandingkan dengan kondisi lima tahun silam.
"Kondisi pasar tidak seramai dulu, mungkin karena banyak online shop, pasar tumpah, dan juga banyak yang menjual pakaian dekat rumah masing-masing," pungkasnya.