Connect With Us

Di Hadapan Mahasiswa UI, Dirut Infiniti Land Bongkar Strategi Bangun Rumah Subsidi Berkualitas dan Ramah Lingkungan

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 2 September 2026 | 19:40

Direktur Utama Infiniti Land Samuel S. Huang menjadi pembicara dalam kegiatan diskusi bertajuk "Punya Rumah, Punya Karir, Masih Mungkinkah?", yang diikuti 200 mahasiswa Universitas Indonesia (UI) di Kampus UI Salemba, Rabu, 26 Agustus 2026. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Direktur Utama Infiniti Land Samuel S. Huang membagikan pengalamannya membangun hunian subsidi berkualitas dan berkelanjutan dalam diskusi yang digelar Universitas Indonesia (UI) bersama IQI Malaysia di Kampus UI Salemba, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.

Diskusi bertajuk "Punya Rumah, Punya Karir, Masih Mungkinkah?" itu mengangkat tema "Generasi Muda, Hunian Berkualitas dan Berkelanjutan. Mungkinkah?". 

Dalam kesempatan itu, Samuel hadir di hadapan sekitar 200 mahasiswa pascasarjana UI.

Samuel yang juga menjabat Bendahara Umum DPP Realestat Indonesia (REI) menceritakan perjalanan Infiniti Land dalam mengembangkan Perumahan Mulia Gading Kencana (MGK) Serang.

Perumahan tersebut menjadi perumahan subsidi pertama yang memperoleh Sertifikat Bangunan Gedung Hijau (BGH) Predikat Utama dari Kementerian PUPR yang kini menjadi bagian dari urusan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Menurut Samuel, pencapaian tersebut membutuhkan komitmen seluruh jajaran perusahaan. 

Pembangunan rumah dengan standar Bangunan Gedung Hijau juga membutuhkan biaya yang lebih besar dibandingkan pembangunan rumah biasa.

“Ada komitmen dan perjuangan yang harus dijalankan sungguh-sungguh untuk meraih sertifikat Bangunan Gedung Hijau, mengingat biaya produksi untuk membangun rumah bersertifikat BGH predikat utama itu lebih tinggi 8-12 persen dari membangun rumah biasa. Tetapi karena visi-misi kami adalah membangun dengan hati, maka sangat bersyukur semua ini bisa diraih,” ungkap Samuel.

Untuk mendapatkan sertifikat tersebut, MGK Serang harus melewati tahapan seleksi, survei, hingga studi yang dilakukan Kementerian PUPR selama sekitar tiga hingga enam bulan.

Penilaian dilakukan terhadap tujuh aspek, meliputi pengelolaan tapak, efisiensi energi, efisiensi air, kualitas udara di dalam ruang, penggunaan material ramah lingkungan, pengelolaan sampah, serta pengelolaan limbah.

“Dan khusus untuk perumahan subsidi, syarat itu tidak mudah karena harga jual rumah subsidi itu sudah dipatok oleh pemerintah, sehingga dari sisi harga tidak bisa ditambahkan (harganya),” ujar Samuel.

Meski harga rumah subsidi telah ditentukan pemerintah, Infiniti Land tetap berupaya memenuhi standar tersebut. 

Tujuannya agar masyarakat berpenghasilan rendah yang membeli rumah pertamanya dapat menikmati hunian dengan kualitas yang baik.

Salah satu fasilitas yang disiapkan di kawasan MGK Serang adalah kolam retensi atau retention pond. Fasilitas tersebut berfungsi menampung air dan mendukung sistem drainase kawasan.

"Kami siapkan lebih dari 2 hektar lahan untuk menampung air hujan dan limbah air rumah tangga, sebelum berproses dan sesuai standar untuk disalurkan ke sungai," jelasnya.

Konsep hemat energi juga diterapkan pada desain rumah. Setiap unit menggunakan lampu LED serta dirancang untuk mendapatkan pencahayaan dan sirkulasi udara yang lebih optimal.

“Untuk sirkulasi udara dan pencahayaan di dalam rumah, plafon rumah (ceiling) ruang tamu kami buat setinggi 3,5 meter dan ceiling kamar setinggi 2,8 meter. Hal ini membuat udara sejuk di dalam ruangan dan tidak perlu pakai AC. Tapi jika memang perlu pasang AC, kapasitasnya cukup 1/2 PK. Hal ini untuk menghemat pemakaian energi listrik," bebernya.

MGK Serang juga menggunakan air PAM sebagai upaya menjaga ketersediaan air tanah. 

Sementara untuk pengelolaan limbah rumah tangga, kawasan tersebut menggunakan bio septictank yang memiliki garansi penggunaan seumur hidup.

“Inilah beberapa kriteria yang harus dipenuhi agar satu perumahan bisa mendapatkan sertifikat Bangunan Gedung Hijau. Dan kami sangat bersyukur MGK bisa menjadi perumahan subsidi pertama yang meraih sertifikat BGH predikat Utama," ungkap Samuel.

Selain membahas pembangunan hunian, Samuel turut berbicara mengenai perubahan pola pemasaran properti di era digital.

Ia menilai media sosial kini memiliki peran besar dalam menjangkau calon konsumen, terutama generasi muda yang terbiasa mencari informasi melalui platform digital.

“Kami memiliki tim khusus yang mengurusi semua lini media sosial (medsos). Bisa kami sampaikan bahwa 80 persen penjualan kami saat ini adalah dari sosial media, bukan lagi hanya bagi-bagi brosur," paparnya.

Infiniti Land juga membentuk divisi Tenant Relation di MGK Serang untuk menjaga komunikasi dengan para penghuni, menampung aspirasi, serta melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada warga.

Di tengah pembangunan sektor perumahan, Samuel mengakui pengembang saat ini menghadapi kenaikan harga material bangunan dan biaya logistik. 

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengembang rumah subsidi karena harga jual rumah telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, pengembang harus mencari cara agar pembangunan tetap berjalan tanpa menurunkan spesifikasi maupun kualitas bangunan.

“Bahan material terus naik, jadi pengembang harus bisa kreatif dan pikirkan jalan keluar. Contohnya beli langsung dari pabrik dalam jumlah besar sekaligus supaya dapat harga lebih bersaing. Efisiensi penggunaan material dan pengawasan harus ketat sekali, sehingga tidak ada material yang terbuang,” jelas Samuel.

Samuel juga menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan pemerintah yang mendukung pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk pembebasan BPHTB dan biaya PBG serta insentif PPN DTP.

“Menteri PKP Pak Maruarar Sirait sudah bekerja sangat keras sekali agar MBR bisa memiliki rumah yang layak huni melalui sinergi dengan berbagai instansi terkait,” kata Samuel.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BISNIS
Perkuat Ekosistem Ritel, Joysparks Group Siapkan Gerai Baru di Tangerang

Perkuat Ekosistem Ritel, Joysparks Group Siapkan Gerai Baru di Tangerang

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:29

Setelah hampir dua dekade bertumbuh di industri ritel Indonesia, PT Star Maju Sentosa secara resmi memperkenalkan Joysparks Group sebagai identitas korporat baru yang menaungi seluruh portofolio bisnis perusahaan.

KOTA TANGERANG
Dislipidemia Jadi Masalah Kesehatan Tertinggi di Kota Tangerang

Dislipidemia Jadi Masalah Kesehatan Tertinggi di Kota Tangerang

Rabu, 2 September 2026 | 18:46

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Tangerang mengungkap sejumlah temuan dominan terkait faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) yang berkaitan dengan kondisi metabolisme dan gaya hidup masyarakat.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill