TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus mengkaji serta memantau perkembangan sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Pemantauan ini menjadi dasar pertimbangan bagi pemerintah daerah untuk menentukan kelanjutan kebijakan kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi para siswa di wilayah tersebut.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyatakan keputusan mengenai kembalinya proses pembelajaran tatap muka secara fisik akan segera ditentukan berdasarkan hasil peninjauan kondisi lapangan.
"Jadi, kita lihat besok. Kalau besok misalkan aman, besok saya putuskan kembali untuk bisa mulai lagi proses belajar-mengajar secara fisik, datang lagi dan tidak libur lagi," ujar Maesyal saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Erupsi Gunung Anak Krakatau, Selasa 8 September 2026.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang secara resmi memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar secara daring bagi seluruh satuan pendidikan dari tingkat TK, SD, hingga SMP.
Kebijakan yang mencakup para guru, siswa, dan staf sekolah ini tertuang dalam Surat Edaran Dindik Kabupaten Tangerang Nomor 400.3.5/3759/IX/Disdik/2026 dan dijadwalkan berlangsung dari tanggal 7 hingga 9 September 2026, demi melindungi keselamatan warga sekolah dari paparan abu vulkanik.
Dalam apel kesiapsiagaan bencana yang melibatkan pasukan gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, PMI, Dinkes, serta relawan tersebut, Maesyal juga menegaskan bahwa seluruh fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan RSUD di Kabupaten Tangerang telah disiagakan selama 24 jam penuh.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi gangguan kesehatan masyarakat, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, maupun gatal-gatal akibat sebaran abu vulkanik.
"Fasilitas kesehatan semua harus stay 24 jam, apabila diperlukan. Untuk bisa ditangani apabila nanti ada masyarakat kita yang terkena penyakit ISPA, gatal-gatal atau juga bahkan mata dan sebagainya, itu kita siap untuk merespons dari sisi medisnya," jelas Maesyal.
Selain menyiagakan sektor kesehatan, pengerahan armada gabungan yang meliputi mobil tangki air, ambulans, dan water cannon turut dikerahkan untuk melakukan penyiraman guna membersihkan sisa sebaran debu vulkanik di ruas-ruas jalan wilayah Kabupaten Tangerang.