Connect With Us

Pemkab Tangerang Kaji Kondisi Abu Vulkanik, Kepastian Sekolah Tatap Muka Diputuskan Besok

Muhamad Yusri Hidayat | Selasa, 8 September 2026 | 21:10

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Erupsi Gunung Anak Krakatau, Selasa 8 September 2026. (TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus mengkaji serta memantau perkembangan sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Pemantauan ini menjadi dasar pertimbangan bagi pemerintah daerah untuk menentukan kelanjutan kebijakan kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi para siswa di wilayah tersebut.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyatakan keputusan mengenai kembalinya proses pembelajaran tatap muka secara fisik akan segera ditentukan berdasarkan hasil peninjauan kondisi lapangan.

"Jadi, kita lihat besok. Kalau besok misalkan aman, besok saya putuskan kembali untuk bisa mulai lagi proses belajar-mengajar secara fisik, datang lagi dan tidak libur lagi," ujar Maesyal saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Erupsi Gunung Anak Krakatau, Selasa 8 September 2026.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang secara resmi memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar secara daring bagi seluruh satuan pendidikan dari tingkat TK, SD, hingga SMP.

Kebijakan yang mencakup para guru, siswa, dan staf sekolah ini tertuang dalam Surat Edaran Dindik Kabupaten Tangerang Nomor 400.3.5/3759/IX/Disdik/2026 dan dijadwalkan berlangsung dari tanggal 7 hingga 9 September 2026, demi melindungi keselamatan warga sekolah dari paparan abu vulkanik.

Dalam apel kesiapsiagaan bencana yang melibatkan pasukan gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, PMI, Dinkes, serta relawan tersebut, Maesyal juga menegaskan bahwa seluruh fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan RSUD di Kabupaten Tangerang telah disiagakan selama 24 jam penuh.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi gangguan kesehatan masyarakat, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, maupun gatal-gatal akibat sebaran abu vulkanik.

"Fasilitas kesehatan semua harus stay 24 jam, apabila diperlukan. Untuk bisa ditangani apabila nanti ada masyarakat kita yang terkena penyakit ISPA, gatal-gatal atau juga bahkan mata dan sebagainya, itu kita siap untuk merespons dari sisi medisnya," jelas Maesyal.

Selain menyiagakan sektor kesehatan, pengerahan armada gabungan yang meliputi mobil tangki air, ambulans, dan water cannon turut dikerahkan untuk melakukan penyiraman guna membersihkan sisa sebaran debu vulkanik di ruas-ruas jalan wilayah Kabupaten Tangerang.

KOTA TANGERANG
Asal-usul Pondok Bahar, Kampung di Tangerang yang Namanya Berasal dari Kerajinan Gelang Legendaris

Asal-usul Pondok Bahar, Kampung di Tangerang yang Namanya Berasal dari Kerajinan Gelang Legendaris

Senin, 2 November 2026 | 09:04

Nama Pondok Bahar di Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, ternyata memiliki kaitan erat dengan pohon bahar yang dahulu tumbuh melimpah di sepanjang Kali Angke.

SPORT
Pesta Gol di Kandang Lawan, Persita Tangerang Bantai Persik Kediri 1-5

Pesta Gol di Kandang Lawan, Persita Tangerang Bantai Persik Kediri 1-5

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:57

Berlaga di kandang lawan justru tidak membuat Persita Tangerang gentar. Skuad berjuluk Pendekar Cisadane mampu menekuk lutut Persik Kediri dengan skor telak 1-5 dalam laga pekan kedelapan Super League 2026-2027 yang digelar di Stadion Brawijaya

AYO! TANGERANG CERDAS
Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Minggu, 1 November 2026 | 19:32

Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill