Connect With Us

SMS Gelar Festival Kuliner Minang

| Jumat, 14 September 2012 | 22:47

Festival Kuliner Minang di SMS ( / )

Reporter : Rangga A Zuliansyah

TANGERANG
-Summarecon Mal Serpong (SMS) kembali menggelar acara Festival Kuliner Serpong (FKS) 2012 khas budaya Minangkabau, Sumatera Barat dengan tema “Minang Nan Rancak”. Festival ini dilaksanakan mulai tanggal 14 September-7 Oktober 2012, di area parkir selatan SMS.
 
GM of Corporate Communication Summarecon Agung Tbk, Cut Meutia mengatakan, tema ini juga dipilih dengan pertimbangan sebagai upaya pelestarian sekaligus merayakan kekayaan kuliner dan ragam budaya Minangkabau yang telah tersohor hingga mancanegara. “Dalam festival kuliner ini memiliki cita rasa makanan tradisional yang otentik, disajikan dalam suasana yang mirip seperti dari daerah asalnya,” katanya, Jumat (14/9).
 
Menurutnya, FKS 2012 mengajak pecinta kuliner untuk menikmati berbagai menu makanan khas derah Minang dan khas Nusantara lainnya, seperti Sate Padang Mak Syukur, Lontong Kacang Padang Tacik Telo, Rendang ASESE, Martabak Kubang, Sate Batibul Lakalaka, Ayam Goreng Indah Jaya Minang, Bebek Sedap Wangi, Es Duren Sakinah dan tidak ketinggalan juga oleh-oleh khas Minang Christine Hakim.
 
“Untuk melengkapi kemeriahan festival kuliner, dihadirkan pula beragam masakan nusantara dari daerah lainnya yang mampu menggugah selera dan tersaji dengan memperhatikan harmonisasi rasa,” ungkap Cut Meutia.
 
Ia menjelaskan, alat tukar pembelian makanan dilakukan dengan menggunakan kupon unik, seperti uang tempo dulu yang diperkaya dengan ornamen atau motif khas minang, seperti pads penyelenggaraan FKS tahun sebelumnya.
 
Ditambahkannya, FKS digelar pertama kali pada tahun 2011 dan mendapatkan sambutan yang sangat baik dari masyarakat Serpong, Jakarta dan sekitarnya. Di wilayah Serpong, Tangerang, FKS ini menjadi pelopor event kuliner yang digabungkan dengan festival budaya daerah nusantara. Kemeriahan dan kesuksesan FKS di SMS tidak terlepas dari misi Summarecon untuk menghidupkan kawasan Serpong dan sekitarnya.
 
“Pemilihan tema tradisional juga merupakan wujud kepedulian SMS sebagai salah satu unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk, untuk mendukung kemajuan budaya nusantara agar mampu dicintai untuk kemudian dikonsumsi oleh masyarakat lokal, agar tetap lestari dan mengikuti perkembangan jaman,” ujarnya.
 
Dalam fetival kuliner tersebut tema Minang juga diterapkan dalam kemeriahan suasana dan arsitektur penyelenggaraan acara. Terlihat berbagai pernak pernik kota Padang lengkap dengan icon Jam Gadang dalam bentuk miniatur hadir melengkapi perayaan festival tersebut.
 
Malam pembukan FKS, Jumat (14/9), berlangsung meriah dengan dihadirkan tarian-tarian khas Minangkabau, antara lain Tarian Sekapur Siri dan tarian Alerang Minang yang dipersembakan oleh Sangrina Bunda dari Elly Kasim, tabuhan gendang khas Minagkabau yaitu Gendang Tabuik dipersembakan oleh Sangrina Bunda dari Elly Kasim, dan juga tidak ketinggalan pesta kembang api spektakuler. 
AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

OPINI
Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:25

Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill