Connect With Us

Butuh 30 Tahun, Reklamasi Pulau di Kabupaten Tangerang seperti Singapura

Denny Bagus Irawan | Senin, 5 November 2012 | 20:50

Reklamasi Pulau di Kabupaten Tangerang. (tangerangnews / rangga)

Reporter : Ardi Rusli


TANGERANG-Rencana megaproyek reklamasi pulau di pesisir pantai wilayah utara Kabupaten Tangerang untuk menjadi kawasan kota baru seperti Singapura, ternyata membutuhkan waktu lama, yakni hingga 30 tahun kedepan.
 
 “Untuk pembangunan setiap pulau menghabiskan waktu 3-8 tahun. Proses reklamasi dan pemadatan area pulau saja membutuhkan waktu empat tahun-an,” kata Miti Suhadi, perwakilan PT Tangerang International City selaku pemrakarsa mega proyek tersebut, Senin (5/11).  Apalagi yang akan direklamasi ada enam pulau.

Menurutnya, reklamasi akan dimulai pada tahun 2013 dengan dibangunnya pulau ke empat dengan luas 16,2 hektare yang diperuntukkan untuk kawasan pelabuhan laut, pelabuhan air dan pelabuhan udara.

Selanjutnya,  pada tahap II akan dibangun pulau ke I dengan luas 7,6 hektare diperuntukan sebagai kawasan budaya, wisata, olahraga, hiburan dan hunian pada tahun 2013-2017.
 
Tahap ke tiga pembangunan pulau ke dua dengan luas 8,5 hektar diperuntukkan untuk kawasan wisata, sport dan entertainment tahun 2018-2020. Tahap keempat pada tahun 2018-2020 dibangun pulau kelima dengan luas 14,3 hektare untuk kawasan industri.
 
Untuk tahap kelima akan dibangun pulau ketiga dengan luas 12,8 hektare untuk kawasan bisnis dan perdagangan tahun 2021-2023 dan tahap akhir dibangun pulau ke VI dengan luas 15,5 hektare pulau keenam untuk kawasan hunian tahun 2023-2030.

Miti mengatakan, konsep pembangunan kota berbentuk pulau-pulau ini akan meniru konsep kota reklamasi di Cina, Hongkong dan Singapura.
 
Menurutnya, sebagai pihak yang memprakarsai megaproyek ini, pihaknya hanya butuh satu langkah lagi tahapan yaitu izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Amdal) dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang, yang saat ini sedang dalam pembahasan kerangkan acuan Amdal yang melibatkan semua pihak terkait seperti pemerintah daerah, steakholder dan masyarakat Kabupaten Tangerang.

Sementara Lembaga Apliasi Penelitian dan Industri ITB, Hernawan Mahfudz menilai, reklamasi bukanlah suatu kegiatan yang negatif dan harus dipandang salah.” Jika tujuannya memperbaiki lingkungan tentu itu adalah hal yang positif,”katanya.

Hernawan yang terlibat dalam pra studi hingga studi kelayakan dari reklamasi pantai utara Tangerang sejak tahun 2008 ini mengatakan, kerusakan pantai utara Tangerang karena abrasi sudah sangat parah,  sehingga menyebabkan lahan di sana tidak produktif lagi.
 
Dengan tehnik polder dan teknologi yang digunakan dalam mereklamasi laut, kata dia, pesisir utara Kabupaten Tangerang akan menjadi kawasan kota baru yang sebanding dengan kota Singapura, Dubai dan Belanda.
 

 

SPORT
Pesta Gol di Kandang Lawan, Persita Tangerang Bantai Persik Kediri 1-5

Pesta Gol di Kandang Lawan, Persita Tangerang Bantai Persik Kediri 1-5

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:57

Berlaga di kandang lawan justru tidak membuat Persita Tangerang gentar. Skuad berjuluk Pendekar Cisadane mampu menekuk lutut Persik Kediri dengan skor telak 1-5 dalam laga pekan kedelapan Super League 2026-2027 yang digelar di Stadion Brawijaya

HIBURAN
Diikuti 1.100 Peserta, Pharmaphoria Fun Run 2026 Meriahkan Paramount Petals

Diikuti 1.100 Peserta, Pharmaphoria Fun Run 2026 Meriahkan Paramount Petals

Minggu, 1 November 2026 | 19:47

Paramount Petals menggelar Pharmaphoria Fun Run 2026 di kawasan Boulevard Paramount Petals, Kabupaten Tangerang, Minggu, 1 November 2026.

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

TANGSEL
Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:36

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperketat mitigasi banjir sekaligus kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayahnya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill