Connect With Us

Sari Asih Tetap Melayani Pasien Miskin

Dira Derby | Senin, 26 Agustus 2013 | 17:27

Direktur RS Ar-Rahman saat menjelaskan kepada media. (Dens Bagoes Irawan / TangerangNews)


TANGERANG-Pasca diputus kontrak kerjasama sepihak oleh Pemkot Tangerang dalam pelayanan kesehatan atau kartu multi guna (KMG),  pihak RS Sari Asih Group tidak menghentikan pelayanan terhadap pasien miskin. Itu dikatakan oleh dr Andri Ferdian Direktur RS Ar- Rahman, RS yang merupakan satu grup dengan Sari Asih Group.

Menurutnya, setelah adanya pemutusan kontrak kerjasama dengan Pemkot Tangerang, pihaknya, sering mendapat pesan singkat atau pun telepon dari masyarakat yang bertanya seputar pelayanan kepada warga miskin Kota Tangerang.

"Karena memang peusahaan tidak merasa dirugikan. Jelas yang dirugikan bukan kami, tetapi masyarakat. Hal ini tentu membuat program jaminan kesehatan gratis untuk warga tidak mampu menjadi terbatas", terangnya.

Andri Ferdian juga mengatakan, sampai dengan Senin (26/08) RS Sari Asih Group terhitung sejak diputuskan kerjasama dengan Pemkot Tangerang jumlah pasien yang mendapat rawat jalan, sebanyak 460 pasien.

"Sedangkan untuk rawat inap sebanyak 77 orang. Rinciannya, yang rawat jalan di RS Ar-Rahmah 459 orang, RS Sari Asih Karawaci satu orang. Sedangkan untuk yang rawat inap, 65 orang di RS Ar-Rahmah, tujuh orang di Karawaci, empat orang di RS Sari Asih Ciledug dan satu orang di RS Sari Asih", terangnya.

Andri Ferdian mengatakan, khusus di RS Ar-Rahmah kapasitas tempat tidurnya sebanyak 78 orang. Jika lebih dari jumlah itu, kata dia, pihaknya terpaksa menolak. "Sebab, pasien tidak bisa tidur di lantaikan", tuturnya.

Lalu bagaimana pihaknya memfilter pasien miskin atau tidak. Dirinya menjawab, mengingat selama kerjasama dengan Pemkot Tangerang hanya membutuhkan  KTP dan Kartu Keluarga (KK) saja. Sari Asih Group meminta tambahan dari pasien, berupa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan.

"Tetapi jika ada warga yang kesulitan mendapat SKTM, kita tetap minta KTP, kalau anak-anak pasiennya cukup KK", terangnya.

Soal adanya tudingan RS Sari Asih mahal, Andri Ferdian mengatakan, tarif RS yang kerjasama dengan Pemkot Tangerang sama dengan yang ditetapkan Dinas Kesehatan. "Mau dimana pun warga dirawat, semua sama. Tinggal perbedaan biaya pemakaian obat masing-masing pasien yang  sifatnya medis sesuai dengan sakitnya. Jadi, ada mekanismenya", terangnya.

Terkait tudingan Sari Asih digunakan untuk berpolitik. Andri Ferdian mengatakan, RS Ar-Rahmah menggratiskan pelayanan bagi warga miskin sejak 2010 hingga akhir 2010.
"Kami tidak pernah ada kasir di sini. Dan, RS Ar-Rahmah hadir, karena banyaknya penolakan dari RS swasta. Di sini tidak ada yang keluar uang, karena tidak ada kasir sama sekali", tutupnya.

OPINI
Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Jumat, 27 Februari 2026 | 17:02

Ramadhan secara teologis dimaknai sebagai bulan penyucian diri, penguatan ketakwaan, dan peneguhan solidaritas sosial. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga latihan spiritual untuk membangun empati dan keadilan sosial.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

WISATA
Sambut Ramadan 2026, VIVERE Hotel Luncurkan Paket Menu Timur Tengah dan Nusantara

Sambut Ramadan 2026, VIVERE Hotel Luncurkan Paket Menu Timur Tengah dan Nusantara

Jumat, 13 Februari 2026 | 21:14

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan pengalaman berbuka puasa bertajuk “A Wishful Ramadan” yang digelar di Yin & Yum All Day Dining, lantai 8

TANGSEL
KPK Geledah Safe House di Ciputat, Sita Koper Isi Rp5,19 Miliar Kasus Suap Pejabat Bea Cukai

KPK Geledah Safe House di Ciputat, Sita Koper Isi Rp5,19 Miliar Kasus Suap Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 28 Februari 2026 | 18:16

Penyidik KPK menemukan lima koper berisi uang tunai senilai lebih dari Rp5,19 miliar yang disembunyikan di sebuah rumah aman (safe house) di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill