Connect With Us

Besok Putusan Pilkada Kota Tangerang, Arief Minta MK Adil

Dira Derby | Senin, 18 November 2013 | 16:47

Airin Rachmi Diany, Ahmed Zaki Iskandar, Arief R Wismansyah (Denny Bagoes Irawan / TangerangNews @2013)


TANGERANG-Jelang putusan sidang sengketa Pilkada Kota Tangerang di Mahkamah Konstitusi pada hari Selasa (19/11) calon wali kota Tangerang terpilih, Arief R Wismansyah berharap adanya keputusan yang adil dalam tegaknya konstitusi.

   "Saya harapkan agar adanya keputusan yang adil demi penegakan konstitusi di MK maupun Kota Tangerang," kara Arief R Wismansyah kepada wartawan.

   Keputusan MK nantinya, tambah Arief, dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat dan tidak menggantung serta menyebabkan multi tafsir.

    Apalagi, fakta persidangan telah dinyatakan jika Pilkada Kota Tangerang telah berjalan lancar dan tidak ditemukan pelanggaran yang Terstruktur, Sistematis dan Masif.
"Saya harapkan ini menjadi dasar untuk MK memberikan ketetapan dalam putusannya," ujarnya.


   Arief menambahkan, belum adanya kepastian mengenai wali kota Tangerang hingga diundurnya proses pelantikan karena Pilkada Kota Tangerang masih bersengketa di MK, membuat kegamangan di masyarakat.


    Maka itu, MK harus memberikan kejelasan dan ketetapan hukum dalam segera. Sebab, belum adanya pemimpin kota tangerang, berdampak kepada pelayanan publik dan jalannya roda pemerintahan.


    "Keputusan MK sangat menentukan perjalanan pembangunan kota tangerang lima tahun kedepan. Jangan sampai kegamangan masyarakat ini berlanjut karena belum adanya ketetapan walikota terpilih," katanya.


   Arief pun meminta kepada seluruh simpatisan, pendukung dan warga Kota Tangerang untuk tetap kondusif serta menjaga keamanan serta kondusifitas wilayahnya.


   Apapun hasilnya nanti, lanjut Arief, masyarakat diminta untuk tetap menerimanya dengan lapang dada dan menjadi catatan dalam perjalanan demokrasi Kota Tangerang.


    "Setiap keputusan MK nantinya memiliki makna bagi setiap pihak. Maka, semuanya harus menerima dengan sabar," ujarnya.


   Diakui Arief, banyak masyarakat bertanya - tanya mengenai penyelesain sengketa Pilkada di MK yang sangat lama. Hal itu membuat keresahan di masyarakat. Sebab, masyarakat mengetahui jika tanggal 16 November adalah pelantikan wali kota Tangerang terpilih.


   Berdasarkan hasil pengamatan dan informasi, banyak masyarakat yang ingin datang ke MK untuk mengetahui hasil sidang putusan.


   "Apabila ada masyarakat yang datang ke MK saat putusan, saya himbau masyarakat untuk tetap tertib, sabar, sopan, dan mawas diri mengenai hasil putusan nanti," ujarnya.


 
TagsPilkada
TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

BANTEN
Hadir di KEK ETKI Banten, Urus Dokumen Keimigrasian Kini Tinggal ke Beranda Imigrasi

Hadir di KEK ETKI Banten, Urus Dokumen Keimigrasian Kini Tinggal ke Beranda Imigrasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:49

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan meresmikan fasilitas Beranda Imigrasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten, BSD City, Kabupaten Tangerang

KOTA TANGERANG
Pemkot Tangerang Tunda Relokasi PKL Pasar Anyar hingga 3 November, Ini Alasannya

Pemkot Tangerang Tunda Relokasi PKL Pasar Anyar hingga 3 November, Ini Alasannya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:09

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memutusakan untuk menunda proses relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di badan Jalan Kiasnawi dan Jalan Ahmad Yani.

BANDARA
Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill