Connect With Us

Warga Diimbau Tak Konsumsi Ikan Mati Diduga Tercemar Zat Kimia Berbahaya di Sungai Cisadane

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 10 Februari 2026 | 13:48

Ratusan ikan mati di sepanjang aliran Sungai Cisadane diduga akibat tercemar zat kimia. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Pihak kepolisian mengimbau masyarakat tidak mengonsumsi ikan yang diduga mati akibat Sungai Cisadane tercemar zat kimia. 

Hal ini menyusul munculnya ratusan ikan mati mengambang di Sungai Jalatreng, aliran Sungai Cisadane, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin, 9 Februari 2026.

Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya mengatakan, ikan-ikan mati diduga kuat terdampak air bekas pemadaman kebakaran gudang yang berisi bahan kimia di kawasan Taman Tekno, Serpong. 

Kondisi tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah ikan yang mati bahkan diambil oleh masyarakat untuk dikonsumsi sebelum adanya imbauan dari pihak kepolisian.

“Imbas kebakaran gudang kimia, airnya kan melebur ke kali Jalatreng, itu menyebabkan ikan-ikan yang ada di kali itu mati,” ujar Dhady dikutip dari Kompas. 

Ia menambahkan, ikan yang mati berasal dari berbagai jenis yang hidup di Sungai Jalatreng. Tidak hanya satu spesies, melainkan hampir seluruh ikan yang berada di aliran sungai tersebut terdampak.

“Ikan matinya itu semua yang ada di sana. Ada ikan lele, gurame, ikan sepat, dan macem-macem lah,” imbuhnya.

Atas kejadian itu, kepolisian mengimbau warga untuk tidak mengonsumsi ikan dari Sungai Jalatreng karena dikhawatirkan telah terkontaminasi zat berbahaya. 

Peringatan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kesehatan masyarakat.

“Imbauan kepada masyarakat untuk tidak mengkonsumsi ikan di Jalatreng karena diduga sudah terkontaminasi zat kimia,” kata Dhady.

Senada, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang melarang masyarakat untuk mengonsumsi ikan-ikan tersebut.

”Ikan dari sungai yang diduga tercemar tidak dianjurkan dikonsumsi secara bebas, terutama jika ikan itu berasal dari area sungai yang jelas tercemar limbah atau kualitas airnya buruk,” tulis Dinkes Kota Tangerang melalui akun resminya, @dinkes.kotatangerang, Selasa, 10 Februari 2026.

Diketahui, kebakaran terjadi di gudang milik PT Biotek Saranatama yang menyimpan pestisida dalam bentuk cair dan bubuk dengan estimasi jumlah sekitar 15 hingga 20 ton. 

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel mengerahkan 15 unit mobil pemadam dan 75 personel untuk mengendalikan api.

Proses pemadaman sempat mengalami kendala karena tidak semua bahan kimia dapat dipadamkan menggunakan air. 

Petugas terpaksa menggunakan pasir dalam jumlah besar untuk mengatasi api yang membakar material tertentu.

“Ada bahan kimia yang tidak bisa dipadamkan dengan air, sehingga petugas menggunakan pasir kurang lebih dua truk engkel,” ujar Dhady.

Dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa lima orang saksi, serta melibatkan tim Inafis Polres Tangerang Selatan untuk proses identifikasi lebih lanjut.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

PROPERTI
Summarecon Tangerang Hadirkan Rumah Lapang di Tepi Danau Harga Rp2 Miliaran

Summarecon Tangerang Hadirkan Rumah Lapang di Tepi Danau Harga Rp2 Miliaran

Jumat, 7 Agustus 2026 | 19:31

PT Summarecon Agung Tbk melalui unit pengembangan Summarecon Tangerang kembali menghadirkan produk hunian terbaru bernama Halia di Cluster Havena Lakes, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

TEKNO
Dukung Ekosistem EV, PLN Sabet Gelar Booth Pameran Terfavorit di GIIAS 2026

Dukung Ekosistem EV, PLN Sabet Gelar Booth Pameran Terfavorit di GIIAS 2026

Minggu, 9 Agustus 2026 | 19:31

Ajang pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 resmi menutup rangkaian kegiatannya melalui malam penghargaan Exhibitor Night yang dihelat di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

BANTEN
Wagub Banten Sebut Potensi Pariwisata Banten Lebih Unggul dari Bali

Wagub Banten Sebut Potensi Pariwisata Banten Lebih Unggul dari Bali

Minggu, 9 Agustus 2026 | 21:49

Wakil Gubernur (Wagub) Banten A. Dimyati Natakusumah menilai bahwa potensi pariwisata yang dimiliki Banten sebenarnya memiliki keunggulan kompetitif, jika dibandingkan dengan destinasi populer lain seperti Bal

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill