Connect With Us

DPRD Tegur Pengelola Pasar Tanah Tinggi

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 5 Januari 2014 | 13:33

Miing saat melakukan blusukan ke pasar Tradisional yang ada di Kota Tangerang. (TangerangNews / Rangga)



TANGERANG-Aksi demo penolakan kenaikan harga lapak yang dilakukan sejumlah pedagang di Pasar Induk Tanah Tinggi Kota Tangerang kemarin, langsung mendapat respon dari pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo mengatakan, seharusnya pihak pengelola pasar sebelum menaikkan harga sewa lapak, melakukan musyawarah dengan para pedagang dan juga wajib meminta pertimbangan pemerintah setempat.

“Walaupun swasta, harus minta pertimbangan pemda, dalam hal ini bisa PD Pasar ataupun dinas terkait. Jadi jangan semena-mena,” ujar Gatot, Jumat (3/1).

Lebih lanjut dia menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang harus segera mengambil langkah untuk menjadi penengah dan diharapkan dapat memberikan solusi terbaik bagi kedua belah pihak. “Agar masalah ini tidak berlarut-larut,” tandasnya.

Gatot juga memastikan, guna menyikapi masalah tersebut, pihaknya dalam waktu dekat akan segera memanggil pengelola pasar yakni PT Selaras Griya Adigunata dan perwakilan para pedagang.

“Nanti komisi yang terkait akan memanggil, untuk menyikapi masalah ini,” katanya.

Menanggapi soal pembuangan sampah yang tidak sesuai mekanisme dalam pengelolaan di pasar itu, seharusnya, kata Gatot, pengelola menyediakan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara, yang nantinya akan diangkut oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP).
”Karena sudah ada perda yang disahkan kemarin, terkait masalah persampahan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sejumlah pedagang di Pasar Induk Tinggi, pada Kamis (02/01) kemarin, melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga lapak yan dinilai melampaui batas kemampuan para pedagang. Dalam aksi itu juga melayangkan protes atas adanya pungli serta pengelolaan sampah yang tidak baik hingga menyebabkan pasar semerawut.
 
MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

SPORT
Pemkab Tangerang Bakal Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 29 Kecamatan

Pemkab Tangerang Bakal Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 29 Kecamatan

Rabu, 17 Juni 2026 | 16:54

Pemerintah Kabupaten (Tangerang) berencana mengadakan nonton bareng (Nobar) FIFA World Cup 2026 di 29 Kecamatan yang berada di wilayah tersebut.

KAB. TANGERANG
305 SPPG di Kabupten Tangerang Berhenti Beroperasi Selama Libur Sekolah, 700 Ribu Orang Stop Terima MBG

305 SPPG di Kabupten Tangerang Berhenti Beroperasi Selama Libur Sekolah, 700 Ribu Orang Stop Terima MBG

Senin, 22 Juni 2026 | 13:57

Sebanyak 305 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tangerang berhenti beroperasi selama periode libur sekolah.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill