Connect With Us

DPRD Akan Panggil Pengelola Pasar Induk Tanah Tinggi

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 15 Januari 2014 | 18:28

Pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi Blokir Jalan (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

TANGERANG-DPRD Kota Tangerang akan segera memanggil pihak pengelola Pasar Induk Tanah Tinggi, untuk mengkofirmasi terkait kenaikan harga sewa lapak yang dinilai terlalu tinggi hingga menyebabkan para pedagang melakukan aksi demo.

 Sebelumnya, perwakilan pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi mendatangi Komisi III DPRD Kota Tangerang untuk mengadukan kenaikan harga sewa lapak sebesar 15 persen oleh PT Selaras Griya Adigunata, Senin (13/1).

 “Kemarin udah kita terima aduannya, pedagang minta kenaikan tidak lebih dari 15 persen. Tapi keinginan pengelola minta 15 persen. Ya nanti kita akan panggil pengelolanya dan para pedagang untuk mencari titik temu masalah ini,” ujar Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang TB Mahdi, Rabu (15/1).

 Menurut TB Mahdi, Pasar Induk Tanah Tinggi di kelola oleh pihak swasta sehingga tidak ada regulasi pemerintah yang mengatur soal kenaikan harga sewa lapak. Meski demikian pihaknya akan memfasilitasi para pedagang dan pengelola pasar untuk merembuk dan menyelesaikan masalah tersebut.

 “Tidak ada kebijakan buat pasar swasta, itu murni dikelola swasta, kecuali yang dikelola PD Pasar. Kita hanya fasilitator saja, tapi ada beberapa hal yang cukup signifikan yang ingin kita tanyakan ke pengelola, seperti soal tarif parkir dan bongkar yang tarifnya juga mahal. Ini juga dikeluhkan pedagang, mungkin bisa diturunkan,” katanya.

 Seperti diketahui, Sekitar 200 pedagang sayur dan buah di Pasar Induk Tanah Tinggi, Kota Tangerang yang tergabung dalam Forum Pedagang Bersatu, memblokir Jalan Jenderal Sudirman, Senin (13/1). Pemblokiran tersebut merupakan bagain dari aksi demo pedagang yang memprotes kenaikan harga sewa lapak yang dinilai terlalu mahal.

 Pengelola pasar menaikan harga 15 persen dan berlaku 1 Januari 2014. Namun para pedagang minta kenaikan tak ebih dari 10 persen.  Menurut pedagang, tarif baru tersebut memberatkan, karena kondisi ekonomi mereka sedang tidak stabil lantaran musim hujan yang menyebabkan sebagian sayur mayur gagal panen.
 
AYO! TANGERANG CERDAS
Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:36

Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

WISATA
Tak Terurus, Telaga Biru Cigaru Kini Sudah Tak Lagi Biru

Tak Terurus, Telaga Biru Cigaru Kini Sudah Tak Lagi Biru

Jumat, 6 Februari 2026 | 21:55

Telaga Biru Cigaru di Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, yang dulu pernah menjadi wisata favorit keluarga untuk menikmati momen liburan, kini tampak sepi dan terbengkalai.

TANGSEL
Sungai Cisadane Tercemar, Wali Kota Tangsel Bakal Periksa Sertifikat Lain Fungsi Taman Tekno

Sungai Cisadane Tercemar, Wali Kota Tangsel Bakal Periksa Sertifikat Lain Fungsi Taman Tekno

Selasa, 10 Februari 2026 | 22:26

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie bakal membentuk gerakan bersama dengan aparat penegak hukum, untuk lakukan pemeriksaan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) hingga analisis dampak lingkungan (Amdal) di Kawasan Taman Tekno.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill