Connect With Us

'Cost Politics Beda Tipis Dengan Money Politics’

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 9 Februari 2014 | 19:31

Diskusi Pileg di Kota Tangerang (Rangga / TangerangNews)


 
TANGERANG-Ketidaktahuan calon anggota legislatif (Caleg) tentang perbedaan cost politisc (ongkos politik) dengan money politics (politik uang) kerap menyebabkan mereka melakukan kesalahan atau pelanggaran pemilu.

Lembaga Strategis Pembangunan Banten (PSPB) menggelar Diskusi Terbuka Mewujudkan Pemilu Bersih, Jujur dan Adil, Minggu (9/2) di Restoran Istana Nelayan, Kebon Nanas, Kota Tangerang. Kegiatan tersebut dihadiri KPU Kota Tangerang, Panwaslu, Polres dan para Caleg.
 
Direktur Porogram LSPB Ade Yunus mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka membantu KPU mensosialsiasikan tentang pemilu. Pihaknya mengangkat perbedaan cost politics dan money politics yang belum diketahui para caleg.
 
“Antara cost politics dan money politics perbedaannya tipis sekali. Banyak juga yang tidak tahu. Bagi caleg serangan fajar itu cost politics. Padahal itu pelanggaran yang termasuk money politics. Lewat diskusi ini kita ingin tahu, caleg memahami tidak tentang perbedaannya dan bagaimana komitmen mereka memisakan dua hal tersebut,” ujarnya.
 
Selain itu, kata Ade, lewat diskusi tersebut, diharapkan adanya langkah antisipasi atau upaya prefentif dari KPU dan Panwaslu untuk mencegah money politik.
“Mungkin sulit untuk mewujudkan pemilu yang bersih dan ideal, paling tidak ada upaya kita untuk memastikan komitmen ketegasan panwaslu menindak caleg yang pelanggar dan KPU menjalankan proses pemilu sesuai peraturan,” tukasnya.
 
Ketua Divisi Pengawasan Panwaslu Kota Tangerang Agus Muslim menjelaskan, yang membedakan antara cost politics dan money politics adalah konteksnya. Jika caleg memberikan uang dengan tujuan agar masyarakat memilih mereka itu sudah masuk money politics.
 
“Kalau caleg datang ke suatu acara seperti pengajian atau pernikahan, lalu kampanye dan membagikan uang, ya itu sudah melanggar. Tapi kalau dia datang saja tanpa kampanye itu tidak apa-apa,” ujarnya.
 
Untuk mengantisipasi terjadinya money politics khususnya serangan fajar, kata Agus, pihaknya, telah menerjunkan sebanyak 370 Petugas pengawas lapangan (PPL) di seluruh kelurahan. Agus mengakui jumlah personil memang masih kurang, jadi dia berharap agar masyarakat dan calegnya sendiri agar tidak melakukan pelanggaran.
 
“Pemilu yang jujur, bersih dan adil tidak akan terwujud jika tidak adanya sinergi antara penyelenggara pemilu dan peserta pemilu. Jadi jangan hanya kita yang komitmen untuk mencegah, tapi caleg juga jangan sengaja melanggar,” tukasnya.
 
BANTEN
Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Senin, 2 November 2026 | 18:33

Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bertahap yang menimpa sekitar 2.000 pekerja akibat penutupan pabrik sepatu PT Parkland World Indonesia (PWI) 6 di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sinyal bahaya bagi keberlangsungan iklim investasi daerah.

BANDARA
Teken MoU di Bandara Soetta, Citilink dan Krispy Kreme Luncurkan Layanan Kejutan Spesial bagi Penumpang

Teken MoU di Bandara Soetta, Citilink dan Krispy Kreme Luncurkan Layanan Kejutan Spesial bagi Penumpang

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:53

Maskapai penerbangan Citilink menghadirkan inovasi baru untuk memperkuat pengalaman terbang pelanggannya melalui kolaborasi strategis bersama Krispy Kreme Indonesia.

KOTA TANGERANG
75 SPPG di Kota Tangerang Kantongi SLHS, Kemenkes Wanti-wanti Jaga SOP Tiap Hari

75 SPPG di Kota Tangerang Kantongi SLHS, Kemenkes Wanti-wanti Jaga SOP Tiap Hari

Rabu, 4 November 2026 | 20:30

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengingatkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Tangerang agar tetap menjaga kualitas Makan Bergizi Gratis (MBG) meski telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

TANGSEL
Gantikan Toa Masjid yang Ditembak, Stafsus Menag Imbau Warga Tak Terprovokasi dan Serahkan Kasus ke Polisi

Gantikan Toa Masjid yang Ditembak, Stafsus Menag Imbau Warga Tak Terprovokasi dan Serahkan Kasus ke Polisi

Rabu, 4 November 2026 | 21:17

Staf Khusus Menteri Agama (Stafsus Menag) Gugun Gumilar turun tangan merespons insiden rusaknya pengeras suara Masjid Al-Falah di Komplek Alvita, Pondok Sawah Indah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akibat ditembak seorang warga.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill