Connect With Us

Sebelum Hujan Turun, Jalan Sudah Menyerah

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 11 Februari 2026 | 21:01

Rama Bagas Fikriyana, Mahasiswa Universitas Yuppentek Indonesia. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

Oleh: Rama Bagas Fikriyana, Mahasiswa Universitas Yuppentek Indonesia

 

TANGERANGNEWS.com-Jalan berlubang di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang pada tahun 2026 kerap dikaitkan dengan musim hujan. Padahal, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak ruas jalan telah rusak sebelum hujan turun dan dibiarkan dalam kondisi tersebut cukup lama. Fakta ini menegaskan bahwa penyebab utama kerusakan jalan bukan faktor alam, melainkan persoalan sistemik dalam tata kelola pemerintahan daerah.

 

Kerusakan jalan yang terjadi sebelum mencapai umur teknisnya menunjukkan adanya masalah struktural. Meskipun anggaran pemeliharaan jalan terus meningkat setiap tahun, kondisi jalan tidak mengalami perbaikan yang signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa persoalan utama bukan terletak pada keterbatasan anggaran, melainkan pada efektivitas pengelolaan dan pengawasan. Jalan yang telah diperbaiki kembali rusak dalam waktu singkat, menciptakan pola berulang yang merugikan masyarakat dan membebani anggaran publik.

 

Salah satu faktor dominan yang mempercepat kerusakan jalan adalah masih maraknya pelanggaran jam operasional truk bermuatan berat. Regulasi pembatasan jam operasional telah ditetapkan untuk melindungi kualitas jalan, namun dalam praktiknya banyak truk tetap melintas di luar ketentuan. Studi transportasi menunjukkan bahwa kendaraan overload memberikan kontribusi besar terhadap percepatan kerusakan jalan, sehingga jalan yang baru diperbaiki pun tidak mampu bertahan lama.

 

Permasalahan ini diperparah oleh pola kerja pemerintah daerah yang belum terintegrasi. Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, dan aparat penegak hukum bekerja secara terpisah tanpa sistem berbasis data yang terpadu. Akibatnya, pemerintah lebih bersifat reaktif, yakni memperbaiki jalan setelah rusak atau setelah mendapat keluhan publik, bukan mencegah kerusakan sejak awal.

 

Dengan demikian, solusi tambal sulam tidak lagi memadai. Diperlukan perubahan mekanisme kerja yang berbasis teknologi dan data, khususnya dalam pengawasan beban kendaraan dan penegakan jam operasional truk. Jalan berlubang yang muncul sebelum musim hujan di Tangerang merupakan peringatan bahwa masalah utama bukanlah cuaca, melainkan kegagalan sistem pemerintahan dalam mengelola infrastruktur secara berkelanjutan. Tanpa perbaikan sistemik, kerusakan jalan akan terus berulang dan hujan akan terus dijadikan alasan.

 

WISATA
Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:05

Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng

TEKNO
Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Kamis, 2 Juli 2026 | 13:28

Pergerakan harga Bitcoin kembali menjadi perhatian setelah sejumlah analis menemukan sinyal teknikal yang dinilai cukup menjanjikan.

BANTEN
Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Sabtu, 4 Juli 2026 | 21:39

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill