Connect With Us

PDIP Temukan Masalah Suara di Kecamatan Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 20 April 2014 | 16:01

Komisioner KPU Kota Tangerang saat melaksanakan Rekapitulasi Pileg, Minggu (20/4/2014). (Rangga / TangeranNews)

TANGERANG-Rapat rekapitulasi penghitungan suara Pemilu Anggota DPRD, DPD dan DPR Pemilu 2014 tingkat KPU Kota Tangerang, diprotes oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Pasalnya ada perbedaan perolehan suara di Kecamatan Tangerang.
Akibatnya, rekapitulasi suara pileg untuk Kecamatan Tangerang ditunda untuk dilakukan perhitungan suara ulang oleh PPK setempat.

"Ada indikasi penggelembungan suara untuk DPD dan DPR RI, selisihnya 40 suara. Di Kelurahan Batuceper juga, hasil pleno pertama dan kedua berbeda, bahkan selisihnya 700 suara," kata Ketua DPC PDIP Kota Tangerang Hendri Zein, Minggu (20/4).

Hal itu diketahui dari perbedaan data  hasil perhitungan suara di form C1 dan D1. Untuk itu dirinya meminta agar KPU mengkarifikasi hal tersebut dan menuntut agar perhitungan suara di PPK Tangerang diulang.

"Bagaimana bisa PPK mengeluarkan dua berita acara hasil perhitungan suara yang berbeda. Jadi ini harus dihitung ulang, biar jelas perubahan terjadi dari kotak suara apa formulir plenonnya," tukas Hendri.

Hendri Zein juga mengancam akan menggugat KPU ke Mahkamah Konstitusi (MK) jika dugaan penggelembungan suara itu merugikan PDIP.

"Kita menginginkan pemilu berjalan baik, kalau ada penggelembungan lebih baik diselesaikan diawal dari pada di MK," paparnya.

Sementara Kepala Divisi Teknik Kepemiluan dan Hubungan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Tangerang Banani Bahrul menyatakan, memaklumi protes yang dilontarkan PDIP. Pihaknya akan mengkoreksi perbedaan suara tersebut.

"Itu wajar, karena perolehan suara itu sangat prinsip, sementara tadi tadi ada ketidaksesuaian. Jadi kami meminta kepada PPK Tangerang untuk pencermatan kembali terhadap data-data yang masuk ke mereka. Forum ini juga kan  untuk mengoreksi hasil perolehan suara," ungkapnya.

Menurutnya, setelah hasil penghitungan  suara itu valid, nantinya akan dibaca ulang dalam rapat rekapitulasi suara di KPU Kota Tangerang. Sedangkan jika nanti penghitungan ulang tersebut menyebabkan pelaksanaan rekapitulasi molor, Banani menyatakan bahwa itu bagian
dari resiko.

"Ini konsekuensi, karena ketika ada selisih suara harus dihitung ulang. Ini danamika pemilu, kita tetap harus jalankan sesuai aturan," ujarnya.
 
AYO! TANGERANG CERDAS
PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:45

Sejumlah orang tua dan calon peserta didik di Kota Tangerang masih mengeluhkan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang belum diterima melalui WhatsApp.

BANDARA
Sambut 1,9 Juta Penumpang Liburan Sekolah, Karakter Ikonik Raksasa Jadi Spot Foto Baru di Bandara Soetta

Sambut 1,9 Juta Penumpang Liburan Sekolah, Karakter Ikonik Raksasa Jadi Spot Foto Baru di Bandara Soetta

Senin, 22 Juni 2026 | 16:56

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang memproyeksikan lonjakan mobilitas masyarakat yang signifikan selama periode libur sekolah tahun 2026.

KOTA TANGERANG
Cegah Salah Jurusan Karir, BINUS @Alam Sutera Hadirkan Ekosistem Pembelajaran AI dan Pengalaman Industri

Cegah Salah Jurusan Karir, BINUS @Alam Sutera Hadirkan Ekosistem Pembelajaran AI dan Pengalaman Industri

Senin, 22 Juni 2026 | 20:34

Perubahan lanskap dunia kerja yang bergerak cepat kini menjadi tantangan besar bagi orang tua dan calon mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi.

OPINI
Cara Islam Mengatasi Kenaikan Harga BBM

Cara Islam Mengatasi Kenaikan Harga BBM

Rabu, 17 Juni 2026 | 16:23

Demo yang digelar Mahasiswa beberapa waktu lalu, terkait protes kenaikan harga BBM menunjukan jika kenaikan harga BBM menjadi masalah besar di negeri ini, membuat kehidupan masyarakat bertambah sulit.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill