Connect With Us

Modern Land Tak Sanggup Lagi, RSUD Kota Tangerang Minus Lahan Parkir

wali | Senin, 5 Mei 2014 | 09:45

Peresmian RSUD Kota Tangerang (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)



TANGERANG-RSUD Kota Tangerang yang berdiri diatas lahan pemberian  fasos/fasum Perumahan Moderland, Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang, terancam tak memiliki lahan parkir untuk pasien dan para pengunjungnya.

Pasalnya, pihak pengembang Modern Land mengaku sudah tidak sanggup menyerahkan fasos/fasum, lantaran sudah tak memiliki lahan kosong.
   
"Pemkot Tangerang, sepengetahuan saya sudah meminta lahan kepada Modern Land untuk dibangun lahan parkir kendaraan bermotor pengunjung. Namun, pengembang tidak sanggup, lantaran tidak ada lagi lahan kosong untuk diserahkan," ujar M Bonnie, Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Senin (5/5/2014).

Menurutnya, alasan pihak pengembang sungguh sangat mengada-ada. Sebab, kata dia, dari pertama kali pihak Modern Land membangun kawasan pemukiman, hingga detik ini belum melaksanakan kewajiban untuk menyerahkan 40 persen lahan fasos/fasum kepada Pemkot Tangerang.

"Ya Pemkot harus kejar soal ini, karena sudah kewajiban pihak pengembang dan ini (lahan parkir, red) adalah fasilitas publik yang harus disediakan pihak RSUD,"Tandasnya.
   
Selain itu, lanjut Bonnie, berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 9 Tahun 2009 tentang tata cara penerimaan lahan fasos/fasum yang juga diperkuat dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2009, sudah tidak ada lagi alasan bagi pengembang untuk tidak menyerahkan lahan yang seharusnya di fungsikan sebagai fasilitas publik.
   
"Kedua peraturan tersebut dapat menjadi payung hukum bagi pemkot untuk meminta hak fasos-fasum dari pengembang. Jadi wali kota jangan ragu-ragu untuk menanyakan hal ini kepada pengembang," paparnya.
   
Sementara itu, Arief R Wismansyah (ARW) Wali Kota Tangerang saat dikonfirmasi soal hal tersebut mengaku telah memiliki rencana untuk membangun lahan parkir itu.

"Kita mau bangun gedung parkir tuh. Makanya gedung kesenian mau kita pindahin, karena kita mau bangun gedung parkir," singkatnya.
NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill