Connect With Us

Sering Banjir, Kota Tangerang Butuh BPBD

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 7 Juli 2014 | 20:59

Herry Rumawatine (tangerangnews / rangga)

TANGERANG-Kota Tangerang kerap menjadi daerah langganan banjir setiap musim penghujan. Namun hingga kini, Pemkot Tangerang belum memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Ketua DPRD Kota Tangerang Herry Rumawatine membenarkan jika Pemkot Tangerang  belum memiliki BPBD. Untuk pembentukan BPBD, menurutnya, harus membentuk Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda).

"Tapi Raperdanya belum diajukan sampai sekarang. Padahal kalau melihat kondisi sekarang, BPBD dibutuhkan sekali," jelasnya, Senin (7/7).

Dijelaskan Herry, jika Raperda SOTK sudah diajukan, nantinya akan dibahas oleh DPRD untuk dibentuk Perda dan kegiatan operasionalnya dianggarkan dalam APBD. "Kan tidak mungkin ada Badannya tapi tidak ada anggaannya, pegawainya harus digaji," ujarnya.

Selama ini penanggulangan bencana banjir dilakukan oleh Pemadam Kebakaran Kota Tangerang, namun sifatnya belum permanen. Wali Kota mang berencana merubah Damkar menjadi BPBD, namun menurutnya hal itu terlambat.

"Harusnya segera dibentuk, sekarang sudah banjir, kita sudah terlambat. Jadi lebih baik Raperdanya cepat diajukan agar cepat dibahas, karena masa jabatan dewan akan habis tahun ini," katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Arief R Wismanyah menyatakan pihaknya tengah sedang mempersiapkan Raperda Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) untuk melebur dan merubah sejumlah organisasi. Nantinya Damkar hilang dan berubah menjadi BPBD.

Arief mengatakan, perubahan SOTK tersebut untuk lebih mengefektifkan tugas pokok dan fungsi. Untuk Damkar sendiri, menurutnya memang bertugas menangani bencana alam, tidak hanya sebagai pemadam kebakaran saja.

“Dalam Damkar juga ada evakuasi dan pencegahan bencana, jadi sekalian saja dirubah menjadi BPBD. Nanti strukturnya vertikal sampai ke pusat, sehingga koordinasinya mudah dalam menanggulangan bencana,” jelasnya.
 
MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

TEKNO
Diskominfo Temukan Sejumlah Kendala Penggunaan Aplikasi Tangsel One

Diskominfo Temukan Sejumlah Kendala Penggunaan Aplikasi Tangsel One

Senin, 22 Juni 2026 | 18:36

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengevaluasi pengoperasian aplikasi super Tangsel ONE dan Asisten Virtual berbasis kecerdasan buatan (AI Chat-First), Helita, sejak diluncurkan bulan lalu.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill