Connect With Us

Bentrok Pasar Tanah Tinggi, Wali Kota Tangerang Kumpulkan Aparat

Denny Bagus Irawan | Rabu, 17 September 2014 | 17:21

Massa Melakukan Sweeping di Pasar Tanah Tinggi, Kota Tangerang pasca bentrok yang mengakibatkan satu orang tewas. (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

TANGERANG-Pasca terjadinya bentrokan sekelompok massa di Pasar Induk Tanah Tinggi, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah langsung menggelar rapat dengan Muspida.

Diruang kerjanya, Wali Kota beserta Kapolres Metro Tangerang, Kombes Pol Riad dan Dandim 0506 Kota Tangerang Letkol Infantri Irhamni Zainal berkoordinasi dan menanyakan perihal kronologis terjadinya peristiwa pada selasa dini hari tersebut.
Arief mengatakan, tidak ingin kesalahpahaman yang terjadi berkembang lebih luas lagi.

“Kita langsung berkoordinasi bersama aparat keamanan baik dari satuan kepolisian maupun TNI untuk tetap berjaga lokasi kejadian hingga situasi kembali kondusif,” ujar Arief.

Kapolres Riad pun langsung menginstruksikan kepada jajarannya untuk melakukan pengamanan di lokasi begitu pula  dengan Dandim Irhamni Zainal menginstrukasikan jajarannya untuk membantu aparat kepolisian.

Wali Kota menuturkan,  selama ini Kota Tangerang yang kondisinya relatif aman dan terjaga dengan baik jangan sampai dirusak oleh ulah oknum atau kelompok yang pada akhirnya mengganggu ketertiban umum.

Kedepan guna menjaga keamanan dan ketertiban khususnya di pusat-pusat bisnis, setiap kegiatan atau pembangunannya diharapkan setiap penangung jawab usaha dan atau kegiatan agar melaporkan dan berkoordinasi dengan pihak aparat  baik TNI maupun Polri.

"Rangkul dan libatkan warga setempat sebagai bagian dari pelaksanaan kegiatan karena mereka tahu kondisi yang ada di lingkungannya," pungkasnya.Hingga kini pihak kepolisian telah menetapkan delapan orang untuk dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut.
 
OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill