Connect With Us

Cegah Begal, Bikers Tangerang Gelar Pulang Konvoi

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 6 Maret 2015 | 19:04

Tato GBR ditangan kiri pelaku pembegalan di Pondok Arena yang dibakar massa. (Dira Derby / TangerangNews)

 

TANGERANG-Aksi pulang konvoi yang digagas bikers di Jakarta sebagai upaya menghindari aksi begal, mulai diikuti bikers di Kota Tangerang. Aksi pulang konvoi ini dilakukan saat malam hari di kawasan rawan kriminalitas.

Andri Gustaf salah satu biker dari komunitas Brigade Jari-Jari Tangerang mengatakan, bahwa aksi pulang konvoi ini telah dilakukan sejak dua minggu  terakhir sejak maraknya aksi begal di wilayah Tangerang.

"Ini inisiatif dari temen-temen komunitas motor untuk menghindari aksi begal saat malam hari. Kita mengajak pulang bareng dengan konvoi sepeda motor bersama," katanya, Jumat (6/3).

Menurutnya, pulang konvoi ini biasanya diinformasikan lewat BBM ke para anggota komunitas, setelah titik awalnya ditentukan bersama. Rute konvoi sendiri melewati daerah yang dinilai rawan begal seperti Jatake, Curug, BSD, Gading Serpong dan Tiga Raksa.

"Konvoi berlangsung dari jam 10 malam sampai jam 3 pagi, karena itu jam rawan. Titik kumpul biasanya tidak tentu, kita rolling saja tergantung kesepakatan," kata warga Perum I, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang ini.

Dia menilai langkah ini sangat efektif untuk mencegah aksi pembegalan saat pulang kerja malam hari. "Ya lumayan, kita merasa lebih aman kalau bareng-bareng. Pelaku pasti pikir-pikir mau bertindak kalau kita ramean," tukasnya.

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill