Connect With Us

Sampah Menumpuk di Sungai Cisadane Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 22 Juli 2016 | 10:00

Sampah menumpuk di Sungai Cisadane Tangerang. (@TangerangNews.com 2016 / Rangga A Zuliansyah)

 

TANGERANGNews.com-Berbagai jenis sampah menumpuk di Sungai Cisadane, di bawah Jembatan UNIS, Jalan Perguruan Budhi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Jumat (22/7/2016).

Sampah yang mengalir dari Sungai Cisadane ini berhenti di kolong jembatan karena adanya penghalau sampah yang dipadang DKP, sehingga sampah-sampah tersebut menumpuk.

Warga setempat, Jaya, mengatakan, belum diketahui sejak kapan sampah tersebut mengalir, namun pagi ini sudah terlihat begitu banyak. "Jadi kelihatan jorok, karena numpuk di sini semua," jelasnya.

Kabag Humas Pemerintah Kota Tangerang Wahyudin Iskandar mengatakan, sampah-sampah tersebut berasal dari Bogor. Sampah terlihat banyak karena Kota Tangerang yang berada di hilir dan harus menjaringnya.

"Saat ini sudah diterjunkan petugas kebersihan ke lapangan untuk mengangkut sampah," katanya.
 

 

KAB. TANGERANG
Imbas Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Pemkab Tangerang Data Lintasan KRL Tanpa Palang Pintu

Imbas Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Pemkab Tangerang Data Lintasan KRL Tanpa Palang Pintu

Rabu, 29 April 2026 | 22:44

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melakukan pendataan pada area perlintasan KRL yang tidak mempunyai palang pintu di wilayahnya.

PROPERTI
Fasilitasi Ibadah Warga, Perumahan MGK Serang Resmikan Masjid Ar-Rahmah

Fasilitasi Ibadah Warga, Perumahan MGK Serang Resmikan Masjid Ar-Rahmah

Senin, 27 April 2026 | 11:47

Perumahan Mulia Gading Kencana (MGK) di Kibin, Kabupaten Serang, yang dikembangkan oleh PT Infiniti Triniti Jaya, menambah fasilitas kawasan dengan membangun Masjid Ar-Rahmah

NASIONAL
Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian Didiskon 50 Persen bagi Peserta BPU

Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian Didiskon 50 Persen bagi Peserta BPU

Rabu, 29 April 2026 | 18:41

Pemerintah memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU), sebagai langkah konkret menjaga daya beli

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill