Connect With Us

Banjir di Tangerang Capai Hampir 4 Meter

Rangga Agung Zuliansyah, Denny Bagus Irawan | Selasa, 15 November 2016 | 17:00

Bencana Banjir di Perumahan Total Persada, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. (@TangerangNews.com 2016 / Raden Bagus Irawan)



TANGERANGNews.com-Hingga Selasa (15/11/2016), banjir di Perumahan Total Persada Kota Tangerang dan Perumahan Alamanda, di Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang masih tinggi. Ketua Posko Banjir RW 08, Imam Santoso mengatakan, banjir di salah satu RT masih tinggi, hampir mencapai 4 meter.

“Air masih diatas tanggul mencapai 1,5 meter lebih.  Paling rendah di RT 5 nyaris empat meter ketinggian air,” ujar Imam.   Saat ini, kata dia, terdapat 1.952 jiwa warga sudah mengungsi di Masjid Mujahidin. Mereka terdiri dari tujuh RT yang ada di RW 08.



“Tapi yang ngungsi di sini tak hanya RW 08, tapi juga dari RW 07. Alhamdulillahnya bantuan dari PMI Kota Tangerang sejak semalam sudah sampai, dan sampai saat ini terus mengalir,” ujarnya.

Namun, pada sore hari ketinggian air sudah turun menjadi sekitar 2,2 meter. "Ketinggian air terakhir jam 3 sore, masih 220 cm, turun dari 250 cm. Tapi kalau hujan bisa naik lagi," kata Ketua Tagana Kota Tangerang Tatan Fauzi.

Menurut Tatan, warga setempat terus menyedot air dengan pompa agar cepat surut. Jika hujan terus menerus, kemungkinan air bisa surut lebih lama. "Mudah-mudahan saja besok tidak hujan," ungkapnya.

Saat ini ada 4.369 jiwa warga terkena dampak banjir dari RW 7,8 dan 10
masih mengungsi karena air yang masih tinggi. Untuk tempat pengungsian seperti Gor Total Persada ada 500 Jiwa, Masjid Al-Mujahidin 1.200 jiwa, Posyandu RW 10 sebanyak 50 jiwa.

"Beberapa warga ada yang mengungsi ke rumah kerabat mereka," jelasnya.

Selain itu beberapa perlengkapan logistik dari Pemkot Tangerang  juga sudah  disiagakan untuk memenuhi kebutuhan warga. Diantaranya beras 500 kg, minyak 204 liter, sarden 120 kaleng, saos sambal 144 botol, kecap 144 botol, food ware 10 paket, kids ware 20 paket, family kit 30 paket, selimut 100 paket, matras 100 paket.

"Untuk logistik terus didistribusikan oleh Dinas Sosial Kota Tangerang sesuai dengan permohonan dari pihak kecamatan. Stok logistik masih aman," jelas Tatan.

Menurut Ketua PMI Kota Tangerang Koeswarsa, PMI selalu terdepan dalam masalah kemanusiaan. Bantuan ini, tidak hanya meliputi ambulans, tim medis, serta makanan saja. Nantinya, ada penanganan pasca banjir. “Tetapi yang terpenting saat ini, kami menjamah ke tempat yang tidak terjamah. Kita tidak memasok dapur umum yang ada di depan, tetapi masuk ke titik-titik yang sulit untuk menerima bantuan,” ujar Koeswarsa, saat berada di lokasi.

TOKOH
Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Kamis, 30 Juli 2026 | 14:28

Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.

SPORT
Cari Bibit Unggul Sepak Bola di Tangerang, 48 Tim Bakal Berlaga dalam Rajawali Junior League 2026

Cari Bibit Unggul Sepak Bola di Tangerang, 48 Tim Bakal Berlaga dalam Rajawali Junior League 2026

Senin, 3 Agustus 2026 | 22:17

Ajang kompetisi sepak bola usia dini bertajuk Rajawali Junior League (RJL) 2026 siap digulirkan oleh RTV pada 29–30 Agustus 2026 di Sport Center Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

KAB. TANGERANG
PLN dan Pemkab Tangerang Siapkan Infrastruktur Listrik untuk Program Makan Bergizi Gratis hingga Koperasi Merah Putih

PLN dan Pemkab Tangerang Siapkan Infrastruktur Listrik untuk Program Makan Bergizi Gratis hingga Koperasi Merah Putih

Selasa, 4 Agustus 2026 | 07:50

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk menyiapkan infrastruktur kelistrikan bagi sejumlah program strategis pemerintah

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill