Connect With Us

Kasus Adik Artis di Ciledug, Polres Tangerang Temukan Niat Pelaku Untuk Membunuh

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 28 Desember 2016 | 15:00

Polisi mengungkap bukti baru dalam kasus penganiayaan yang dialami Farah Dibba, 35. (@TangerangNews.com 2016 / Rangga A Zuliansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Polisi mengungkap bukti baru dalam kasus penganiayaan yang dialami Farah Dibba, 35. Dari hasil olah tempat kejadian, polisi menemukan senjata tajam di kamar pelaku, Rachmat Sesario, 21, di Komplek Paninggilan Permai Blok S 19 RT 05/04 Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Senjata tajam ternyata disiapkan pelaku untuk membunuh adik presenter kembar Fadli dan Fadlan tersebut.

 Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan, dua bilah senjata tajam jenis golok ditemukan di bawah kasur pada kamar atas tempat pelaku menganiaya korban dan di kamar bawah. “Ternyata senjata tajam itu sudah disiapkan pelaku. Dia ada niat membunuhnya,” katanya, Rabu (28/12/2016).  

Baca Juga :

Menurut Kapolres, sebelumnya pelaku membujuk rayu korban agar datang untuk melihat-lihat rumahnya dnegan alasan akan dijual. Setelah korban datang, pelaku langsung menyuruhnya ke lantai dua untuk melihat langit-langit yang retak.

“Tanpa sepengetahuan korban, pelaku sempat mengambil golok itu dan menyembunyikannya di bawah kasur,” katanya. 

Selain itu, jelas Kapolres, pelaku juga berniat untuk memperkosa korban. Hal itu dilihat dari tindakan pelaku yang menyetrum dan membekap korban dengan bantal.

 “Ini upaya untuk melemahkan korban, ada indikasi untuk memperkosanya. Namun masih didalami,” jelasnya 

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 340 KUHP tentang percobaan pembunuhan berencana, Pasal 351 penganiayan, Pasal 245 jo Pasal 53 tentang percobaan perkosaan dan Pasal 365 tentang pemerasan. “Ancaman hukumannya 20 tahun penjara,” tukas Kapolres.

Sementara Kuasa hukum korban, Hendry Insyaguna mengatakan bahwa Farah Dibba sudah pulang dari Rumah Sakit karena keadaannya sudah membaik.

Namun, matanya masih tidak bisa melihat karena salah satu sarafnya terganggu. Selain itu, psikologisnya juga terganggu.

“Dia masih trauma, kalau mau keluar selalu minta ditemenin. Mendengar suara getaran HP saja dia masih takut,” katanya.  Pihaknya berharap pelaku dapat dihukum sesuai perbuatannya. Pihak keluarga korban menyerahkan proses hukum sepenuhnya ke Kepolisian. (RAZ)

 

HIBURAN
Meriahkan Halloween di Tangerang, RJ’s Sports Bar & Grill Hadirkan MIDNIGHT SPELL 

Meriahkan Halloween di Tangerang, RJ’s Sports Bar & Grill Hadirkan MIDNIGHT SPELL 

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:36

ARYADUTA Lippo Village, Tangerang, menghadirkan perayaan Halloween bertajuk MIDNIGHT SPELL: A Night of Music, Magic & Mystery pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Senin, 19 Oktober 2026 | 18:28

BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.

KOTA TANGERANG
Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:28

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan responsif.

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill