Connect With Us

Suket Dituding Penuh Rekayasa untuk Pilkada Banten

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 17 Februari 2017 | 15:00

Perhelatan Pemilukada Banten 2017 yang digelar pada 15 Februari 2017. Masyarakat Peduli Tangerang menggelar aksi demonstrasi di kantor Wali Kota Tangerang, Jumat (17/02/2017) siang. (@tangerangnews 2017 / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNews.com-Perhelatan Pemilukada Banten 2017 yang digelar pada 15 Februari 2017.  Masyarakat Peduli Tangerang menggelar aksi demonstrasi di kantor Wali Kota Tangerang, Jumat (17/02/2017) siang.  Dalam aksinya mereka meyakini munculnya pengguna surat keterangan pengganti KTP (Suket) bagian dari adanya pengaturan untuk mendulang suara  Pilkada Gubernur Banten di Kota Tangerang. 

"Kami melihat nyata berbagai keganjilan yang terjadi pada penerbitan Surat Keterangan (Suket) Sebagai Pengganti KTP untuk melakukan pencoblosan. Waktu pengeluaran Suket di bulan November memperlihatkan adanya rekayasa  penggelembungan hak pilih yang terkordinasi dan masif," katanya Koordinator Aksi, Syaiful, hari ini.

Karenanya,  Masyarakat Peduli Tangerang melakukan aksi demonstrasi sebab ada  indikasi penggelebungan suara pada Pilkada Banten dengan memanfaatkan Suket ini.

"Kami menuntut dibatalkannya hak pilih pengguna surat keterangan pengganti KTP (Suket) yang sudah direncanakan sejak November," terangnya.
Diduga pemenangan dilakukan untuk penggelebungan suara ke pasangan calon nomor urut 1, Wahidin Halim-Andika Hazrumy.

 

“Kami menduga ada indikasi penggelembungan suara untuk memenangkan suara Wahidin Halim di Kota Tangerang. Batalkan Suket yang sudah direncanakan pada surat keterangan pengganti KTP yang sudah direncanakan sejak November 2016,” terangnya.
Pihaknya meminta agar hal ini diungkap, karena ini sudah menodai demokrasi. Selain itu menurut Syaiful, hal ini terindikasi terstruktur sistematis dan masif.  "Peristiwa ini bisa membuka dugaan adanya terstruktur sistematis dan masif," tuturnya.

"Kami juga menuntut agar Pihak Aparat mengungkap keterlibatan kepala dinas kependudukan dan catatan sipil karena sudah menyalahgunakan wewenangnya Untuk kepentingan Tertentu," tuntasnya.

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

HIBURAN
Meriahkan Halloween di Tangerang, RJ’s Sports Bar & Grill Hadirkan MIDNIGHT SPELL 

Meriahkan Halloween di Tangerang, RJ’s Sports Bar & Grill Hadirkan MIDNIGHT SPELL 

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:36

ARYADUTA Lippo Village, Tangerang, menghadirkan perayaan Halloween bertajuk MIDNIGHT SPELL: A Night of Music, Magic & Mystery pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

KOTA TANGERANG
Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:28

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan responsif.

BANDARA
Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill