Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan
Senin, 27 April 2026 | 07:36
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TANGERANGNews.com-Diduga ada penggelembungan suara, kelompok massa yang menamakan diri sebagai Masyarakat Peduli Tangerang melakukan aksi demonstrasi karena menduga ada indikasi penggelebungan suara pada Pilkada Banten.
Demonstrasi akan dilaksanakan pada Jumat (17/2/2017) di halaman Pusat Pemerintah Kota Tangerang. Sekitar pukul 14.00 WIB sehabis salat Jumat.
Mereka menuntut dibatalkannya materi batalkan hak pilih pengguna surat keterangan pengganti KTP (Suket) yang sudah direncanakan sejak November.
Diduga pemenangan dilakukan untuk penggelebungan suara ke pasangan calon nomor urut 1, Wahidin Halim-Andika Hazrumy.
“Kami menduga ada indikasi penggelembungan suara untuk memenangkan suara Wahidin Halim di Kota Tangerang. Batalkan Suket yang sudah direncanakan pada surat keterangan pengganti KTP yang sudah direncanakan sejak November 2016,” terang Koordinator Aksi, Syaiful.
Pihaknya meminta agar hal ini diungkap, karena ini sudah menodai demokrasi. Selain itu menurut Syaiful, hal ini terindikasi terstruktur sistematis dan masif. "Peristiwa ini bisa membuka dugaan adanya terstruktur sistematis dan masif," tuturnya.
TODAY TAGPemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
Komplotan spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) asal Lampung Timur yang kerap beraksi dengan menggunakan senjata api (senpi) ditangkap saat beraksi di Kota Tangerang.
CellScience yang telah berdiri sejak 2015 terus memperluas jangkauannya dengan membuka cabang ketujuh di kawasan BSD City, tepatnya di Lengkong Kulon, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews