KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNews.com-Waka Polda Metro Jaya Brigjend Suntana meninjau pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) di 4 TPS di Kota Tangerang.
Dalam peninjauan tersebut Wakapolda dibonceng sepeda motor oleh Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan. Turut mendampingi juga Dandim 05/06 Tangerang Mayor Inf Achirrudin.
Waka Polda dan rombongan tiba d TPS 3 Sukarasa, Kecamatan Tangerang, pukul 10.54 WIB. Dia sempat memantau kondisi TPS dan berbincang dengan panitia pemungutan suara. Kedatangannya juga disambut oleh Komisioner KPU Banten Saiful Bahri dan Ketua KPU Kota Tangerang Sanusi Pane.
"Alhamdulillah pantauan sejak semalam sesuai protap teman-teman Polri dan TNI masuk ke tempat pemungutan suara, kemudian mengawal logistik dan pengamanan," katanya.
Menurutnya, hingga Pukul 11.00 WIB, kondisi di 4 TPS PSU aman dan lancar. Masyarakat melaksanakan hak pilihnya dan harus dipastikan proses PSU berjalan tepat waktu.
Sementara terkait rencana giat unjuk rasa, menurut Wakapolda, itu adalah hak rakya, hanya saja harus memberitahukan kepada petugas kepolisian.
"Ini merupakan pesta demokrasi seharusnya tidak usah demo, kalau ada demo menjadi tanggungjawab petugas kepolisian untuk melayani demo agar berlangsung baik aman dan tertib," ujarnya.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGAsosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berkolaborasi dengan Universitas Bunda Mulia (UBM) dalam pengembangan inovasi serta pemanfaatan data science dan artificial intelligence (AI) di sektor ritel.
Sebanyak 150 pelajar tingkat SD dan SMP mengikuti Turnamen Catur yang digelar Paramount Petals bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang di Pasar Modern Paramount Petals, Sabtu, 12 September 2026.
Tujuh mahasiswi asal Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) jadi korban penipuan agen tiket bus bodong di media sosial.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews