KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNews.com-Pengemudi angkot dengan ojek online telah beraktifitas normal setelah adanya kesepakatan damai pasca perselisihan antara kedua kubu ini beberapa waktu lalu.
Pantauan di sekitar Tangcity dan Kawasan Pedidikan Cikokol, Kota Tangerang, angkot dan ojek online terlihat kembali mangkal seperti biasa.
“Kemarin-kemarin memang sempet nyari penumpang dengan pakaian biasa, nggak pakai atribut, karena lagi ada bentrokan. Tapi setelah ada kesepakatan damai, kita keluar seperti biasa,” kata Ismail, pengemudi Grab Bike, Senin (13/3/2017).
Dia berharap tidak ada lagi keributan yang terjadi seperti kemarin, karena hal itu tidak hanya merugikan angkot dan ojek online, tapi juga penumpang. “Kalau ada masalah, selesaikan dengan musyawarah. Kan kita sama-sama nyari duit di jalan,” tukasnya.
Seperti diketahui, sebelumnya terjadi bentrokan antar sopir angkot dengan ojek online di sejumlah wilayah di Kota Tangerang, pada Rabu (8/3/2018). Hal ini bermula dari aksi sweeping sopir angkot yang menolak angkutan online.
Bentrokan ini menyebabkan rusaknya kendaraan dan korban luka dari kedua belah pihak.
Perseteruan ini berakhir setelah adanya kesepakatan damai yang difasilitasi Polres Metro Tangerang Kota dan Pemkot Tangerang. Polisi juga menangkap 21 orang yang melakukan pengrusakan dan 1 orang pelaku yang mendabrak pengemudi ojek online hingga kritis.
TODAY TAGUlama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan meresmikan fasilitas Beranda Imigrasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten, BSD City, Kabupaten Tangerang
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews