Connect With Us

Begini Kesaksian Pemilik Toko Saat Curanmor Menembak Saripah

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 5 Juli 2018 | 12:07

Tempat Kejadian Perkara (TKP) Penembakan yang menewaslkan Saripah, diberi garis Police Line di Jalan HR Rasuna Said, Cipete, Kota Tangerang. (TangerangNews.com/2018 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Erik, pemilik toko pulsa mengungkapkan kesaksiannya saat insiden pelaku pencurian bermotor (curanmor) menembak dan menusuk perut Saripah, Rabu (4/7/2018) malam.

Kata Erik, saat peristiwa itu terjadi, dirinya sedang melayani suami dan anak dari korban yang membeli pulsa gerainya  'My Pulsa Celluler' di Jalan HR Rasuna Said, Cipete, Kota Tangerang tersebut.

Dibeberkannta, pelaku curanmor menembak korban sebanyak satu kali, kemudian menusuk perut korban karena selongsong peluru senjata api rakitan yang digunakan pelaku macet.

"Nembak hanya sekali ke dada kanan korban (Saripah) lalu mengeluarkan pisau dari sakunya dan nusuk perut korban. Soalnya saat diperiksa polisi, selongsong pelurunya macet jadi pas mau nembak kedua itu gak keluar pelurunya," jelasnya, Kamis (5/7/2018).

Erik yang melihat peristiwa itu juga menceritakan, saat penembakan itu terjadi, suasana di lokasi sedang ramai. Setelah melakukan aksinya, pelaku pun tampak panik hingga melemparkan barang bukti berupa pisau dan pistol rakitannya.

Setelah terdengar suara letusan senjata api, sontak warga berlarian menuju arah suara dan berusaha meringkus pelaku, namun pelaku langsung melarikan diri.

"Mungkin karena panik banyak saksi mata,  mereka langsung kabur dan melempar pistolnya," ujar Erik.

Sutrisno, pedagang makaman ringan yang posisinya disebrang lokasi kejadian pun  mendengar suara letusan yang sama.

Ia sempat melihat yang jumlahnya dua orang datang ke lokasi menggunakan sepeda motor matik berwarna putih.

"Pas dengar suara itu, pelaku langsung kabur. Pelakunya berdua pakai motor putih," jelasnya.

Kapolres Metro Tangerang, Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan, saat kejadian korban sedang menunggu di motor suaminya yang sedang membeli pulsa.

"Korbannya memang satu orang. Menunggu suaminya yang sedang belanja pulsa bersama anaknya. Pada saat itu korban sedang menunggu suami di motor," ujar Harry.

Sesaat setelah kejadian, Saripah langsung dilarikan ke RS Awal Bros namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.(RMI/HRU)

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

BANTEN
Gelontorkan Rp8,15 Miliar Tahun Ini, Pemprov Banten Targetkan Anggaran Bansos Naik pada 2027

Gelontorkan Rp8,15 Miliar Tahun Ini, Pemprov Banten Targetkan Anggaran Bansos Naik pada 2027

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:43

Gubernur Banten Andra Soni menargetkan alokasi anggaran bantuan sosial (bansos) akan mengalami peningkatan pada tahun 2027 mendatang, sebagai upaya memperkuat perlindungan sosial dan menekan angka kemiskinan.

KOTA TANGERANG
Asal-usul Pondok Bahar, Kampung di Tangerang yang Namanya Berasal dari Kerajinan Gelang Legendaris

Asal-usul Pondok Bahar, Kampung di Tangerang yang Namanya Berasal dari Kerajinan Gelang Legendaris

Senin, 2 November 2026 | 09:04

Nama Pondok Bahar di Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, ternyata memiliki kaitan erat dengan pohon bahar yang dahulu tumbuh melimpah di sepanjang Kali Angke.

OPINI
Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:50

Penjajahan digital ( kolonialisme digital) adalah bentuk penguasaan atau kontrol terhadap suatu negara, masyarakat, atau individu melalui teknologi, platform digital, algoritma, serta penguasaan data.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill