Connect With Us

Petugas Temukan Hewan Tidak Layak Kurban di Tangerang

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 14 Agustus 2018 | 14:24

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Emed Mashuri memimpin langsung monitoring kesehatan hewan kurban di Jalan LP Pemuda, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Selasa (14/8/2018). (TangerangNews.com/2018 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Tim monitoring kesehatan hewan telah dan akan menyebar ke seluruh lapak-lapak penjual hewan kurban di Kota Tangerang hingga Hari Raya Idul Adha 1439 H tiba.

Tim yang terdiri dari 293 personel bertugas untuk mendata jumlah serta memeriksa kesehatan dan kelayakan hewan kurban agar terhindar dari penyakit.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Emed Mashuri memimpin langsung monitoring kesehatan hewan kurban di Jalan LP Pemuda, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Selasa (14/8/2018).

HEWAN KURBAN

Dalam giat monitoring itu, petugas menemukan sejumlah hewan yang tidak mencukupi usia sebanyak dua ekor dan sapi yang berdarah karena hidungnya diikatan dengan tali yang sangat kencang.

"Dari apa yang sudah kita lihat memang ada beberapa hewan sapi yang diikat kencang sehingga berdarah. Ada kambing lemas, itu saat pengangkutan kemudian supaya kondisinya pulih, kita berikan vitamin," ujarnya.

Emed mengatakan, sapi maupun kambing yang tidak layak kurban diantaranya memiliki usia yang belum mencukupi atau terjangkit penyakit.

"Ciri-ciri hewan kurban layak itu yang matanya bening, usianya cukup, tidak pincang, tidak ada luka seperti memar, gemuk, bersih dan sehat," jelasnya.

Emed menuturkan bahwa kepada calon pembeli untuk dapat memahami kelayakan hewan kurban yang betul-betul sehat. Menurutnya, lapak hewan yang sudah diperiksa oleh petugas akan dipasang stiker khusus.

"Para pembeli yang niat untuk kurban saya harap mereka mengetahui betul persyaratan-persyaratan hewan kurban, kemudian lebih jeli untuk membeli jangan sampai ada hewan yang cacat dan sakit," ucapnya.

Ia juga menekankan kepada para penjual hewan kurban untuk jujur kepada calon pembeli. Jika memang terdapat hewan yang hendak dijual mengalami kondisi sakit, maka hewan tersebut tidak boleh dijual.

"Kita minta pedagang untuk jujur, kalau sakit dan cacat tidak usah dijual. Kalau jujur kan insyaallah kurban akan sempurna," imbuhnya.(RAZ/HRU)

KAB. TANGERANG
Genjot Hasil Panen Padi, Teknologi Pertanian BRIN Diuji Coba di Kabupaten Tangerang

Genjot Hasil Panen Padi, Teknologi Pertanian BRIN Diuji Coba di Kabupaten Tangerang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:36

Guna meningkatkan produktivitas padi sawah, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk inovasi dan riset ilmiah.

BISNIS
Local Media Summit 2026 Bahas Masa Depan Bisnis Media di Era Digital

Local Media Summit 2026 Bahas Masa Depan Bisnis Media di Era Digital

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:31

International Media Support (IMS) dari Denmark bersama Suara.com menggelar Local Media Summit (LMS) 2026 di Manhattan Hotel Jakarta, 22-23 Oktober 2026.

SPORT
Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:47

Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill