PLN UP3 Cikokol Edukasi Siswa SMAN 2 Tangerang soal Listrik Aman dan Energi Bersih
Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:35
PT PLN (Persero) UID Banten melalui UP3 Cikokol menggelar program PLN Goes To School di SMA Negeri 2 Kota Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Perkembangan digitalisasi dimanfaatkan bagi para pengusaha untuk mempromosikan dagangannya secara online, begitu pula pengusaha hewan kurban.
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1439 H, lapak-lapak hewan kurban mulai marak di Kota Tangerang. Tak sedikit para pemilik lapak menjual hewan kurban seperti sapi dan kambing secara online.
Namun, Bejo Wiyono, pemilik lapak yang terletak di Jalan LP Pemuda, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, lebih memilih menjual hewan kurbannya dengan sistem konvensional.

Bejo beralasan bahwa menjual hewan kurban secara online malah membuat lapak sepi, karena rendahnya kepercayaan calon konsumen.
"Sekarang mah banyak yang jualan online, tapi saya mah begini aja (konvensional) soalnya kalau online banyak yang enggak percaya. Jadi kambing di foto sama aslinya beda," ucap Bejo kepada TangerangNews, Selasa (14/8/2018).
Alasan tersebut membuat Bejo berjualan secara konvensional. Bejo telah membuka lapaknya sedari sepuluh hari yang lalu. Sejak lapaknya digelar, meskipun dijual secara konvensional, hewan kurban yang dijualnya laris manis.
"Sudah 10 hari ada peningkatan alhamdulillah bagusan begini. Stok hewan sudah hampir mau habis," kata Bejo.
Semula, lapak Bejo menyediakan hewan kurban jenis kambing Jawa sebanyak 46 ekor dan sapi sebanyak 75 ekor. Bejo mengatakan hingga saat ini, jumlah hewan tersebut tinggal 63 ekor.
"Sapi saya jual harganya variasi ada yang Rp28 juta, ada yang Rp25 juta. Kalau kambing paling murah Rp2,5 juta sampai Rp4,5 juta. Paling laku yang beli sapi makanya saya banyakin sapi," tutur Bejo.
"Besok juga sudah mau nyetok lagi karena kan laku ya, hewan di sini sehat-sehat. Perawatan dikasih makan dan minum, kalau lemas dikasih vitamin," tambahnya.
Pembeli kambing di lapak milik Bejo, Hj Mutianingsih mengaku bahwa membeli hewan kurban secara konvensional dirasanya sangat mudah dibandingkan secara online. Sebab, dengan konvensional, pembeli bisa langsung mengetahui kondisi hewan yang akan di kurbankan.
"Enakan beli langsung daripada online ya soalnya bisa tahu hewannya cacat atau enggak kan harus sehat. Di sini saya beli kambing satu. Nanti dua ekor lagi nyusul," ujar warga Tanah Tinggi, Kota Tangerang itu.(RAZ/HRU)
PT PLN (Persero) UID Banten melalui UP3 Cikokol menggelar program PLN Goes To School di SMA Negeri 2 Kota Tangerang.
TODAY TAGBencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews