Connect With Us

Warga Gusuran Proyek Jalan di Neglasari Minta Direlokasi

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 10 September 2018 | 14:43

Spanduk yang terpampang bentuk penolakan warga setempat terhadap proyek di Jembatan Kampung Sukamandi 1, Kota Tangerang. (TangerangNews.com/2018 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Warga Kampung Sukamandi, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang menyuarakan aspirasinya lewat spanduk terkait pengosongan lahan. 

Dalam spanduk yang telah dipasang dibeberapa titik itu, warga ingin dimanusiakan. Maksudnya, warga ingin meminta kejelasan kepada Pemerintah Kota Tangerang terkait pengosongan lahan yang ditempatinya.

"Wahai Bapak Walikota dengarkan suara kami. Kami punya KTP, KK, RT dan RW serta Lurah dan Camat kami cinta 'Kota Tangerang' gunakan akhlakmu, jangan gunakan kekerasanmu. Beri kami solusi," bunyi salah satu spanduk yang terpampang di Jembatan Kampung Sukamandi 1.

Berdasarkan penelurusan di lokasi, problem ini berawal dari rencana Pemerintah Kota Tangerang yang ingin membangun jalan untuk menghubungkan wilayah Neglasari dengan wilayah Benda.

Proyek pembangunan jalan di Kampung Sukamandi 1, Kota Tangerang.

Pelaksanaan proyek jalan ini telah berlangsung. Sekitar 300 meter wilayah Kampung Sukamandi sudah disulap menjadi jalan yang belum sepenuhnya jadi.

Namun, belakangan ini proyek tersebut tersendat. Warga menolak rumahnya digusur karena belum menemukan titik terang mengenai solusi relokasi. 

Sejumlah warga menyebut, alasan penolakan ini didasari karena warga telah menempati lahan tersebut sejak 50 tahun yang lalu meskipun, lahannya milik pemerintah.

"Kami menolak pengosongan lahan. Kami sudah tinggal puluhan tahun di sini. Saya sendiri sudah 40 tahun tinggal di sini," kata Inin, warga Kampung Sukamandi kepada TangerangNews, Senin (10/9/2018).

Padahal pemerintah telah melayangkan surat perintah pengosongan lahan untuk ke-tiga kalinya dan tinggal tahap eksekusi yang akan dilakukan oleh Satpol PP Kota Tangerang.

Tetapi, berdasarkan pantauan pada hari ini, belum ada tanda-tanda petugas yang akan mengosongkan lahan tersebut.

Camat Neglasari Ubaidillah Anshar membenarkan bahwa pihaknya telah melayangkan surat perintah yang ke-tiga terkait pengosongan lahan.

"Sudah (dikirim) PU (Dinas PUPR) itu. Kita siap back-up melalui Satpol PP Kota Tangerang," ucapnya kepada TangerangNews.

Ubaidillah juga menambahkan bahwa dengan rencana penggusuran ini, proyek jalan akan tetap berlanjut dan warga yang terdampak pun akan direlokasi ke Rusunawa Jatiuwung.

"Lanjut terus termasuk dibelakang Airnav. Kata dinas perkim yang benar-benar tidak mampu mau ditampung di rusunawa," ucapnya.

Sementara, menurut Ketua Forum Warga Sisi Saluran Induk Cisadane Timur (FWSICT) Samino, warga akan tetap bersikeras untuk mempertahankan lahan yang ditempatinya ini.

Ia mengatakan seyogyanya warga akan menerima pengosongan lahan jika 109 KK yang terdampak diberikan solusi. Adapun solusi yang warga inginkan yakni relokasi ke rumah susun yang baru dan ditempatkan dalam satu area yang sama.

"Karena warga tidak mau dipisah-pisah agar hubungan tali silaturahmi antar warga yang tergusur baik, hubungan sosial diantara mereka baik dan terpelihara sama seperti pada saat mereka sebelum akan tergusur," ucap kepada TangerangNews.(RAZ/HRU)

HIBURAN
Makan Puas Kuliner Asia Rp188 Ribu, Ada Sushi dan Peking Duck di VIVERE Hotel 

Makan Puas Kuliner Asia Rp188 Ribu, Ada Sushi dan Peking Duck di VIVERE Hotel 

Selasa, 15 September 2026 | 14:46

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan pilihan makan siang akhir pekan melalui program “All Around Asia” di Yin & Yum All Day Dining.

TEKNO
Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Rabu, 9 September 2026 | 19:46

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berkolaborasi dengan Universitas Bunda Mulia (UBM) dalam pengembangan inovasi serta pemanfaatan data science dan artificial intelligence (AI) di sektor ritel.

BANTEN
Sinar Mas Land dan Kemenekraf Kolaborasi Kembangkan Ekosistem Ekonomi Kreatif di KEK ETKI Banten

Sinar Mas Land dan Kemenekraf Kolaborasi Kembangkan Ekosistem Ekonomi Kreatif di KEK ETKI Banten

Rabu, 16 September 2026 | 19:11

Sinar Mas Land (SML) resmi menggandeng Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) RI untuk memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ETKI Banten

PROPERTI
Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Kamis, 10 September 2026 | 14:58

Paramount Land kembali menambah pilihan area komersial dengan menghadirkan Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’, kawasan terbaru di Aniva @ Paramount Gading Serpong yang menawarkan lebih dari 10 fitur istimewa.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill