Connect With Us

Gara-gara Uang Rp3,8 Juta, Karyawan Koperasi di Tangerang 2 Hari Dirantai

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 10 Desember 2018 | 19:46

Inilah ke empat tersangka berinisial Ladim, 29, Fauzi, 26, Candra, 23, dan Didin, 23, yang telah melakukan penyekapan terhadap nasabah koperasi di Kantor Koperasi Bangun Jaya, Perumahan Taman Royal I Cluster Mahoni, Tanah Tinggi, Kota Tangerang. (TangerangNews/2018 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Asmad Maulana, 21, warga Pandeglang menjadi korban penyekapan oleh sesama teman seprofesinya. Ia dirantai di sebuah ruangan Kantor Koperasi Bangun Jaya, Perumahan Taman Royal I Cluster Mahoni, Tanah Tinggi, Kota Tangerang.

Korban diperlakukan demikian oleh 4 oknum karyawan koperasi tempatnya bekerja itu karena menggunakan uang lembaga tersebut sebesar Rp3,8 juta.

Keterangan yang dihimpun TangerangNews.com  dari Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang AKBP Deddy Supriyadi, korban disekap selama dua hari oleh para pelaku. Selain itu, korban diperlakukan secara tidak manusiawi, karena pergelangan kakinya dirantai menggunakan rantai besi sepanjang 2 meter laiknya seorang penjahat berbahaya.

Kanit Reskrim Polsek Tangerang saat menunjukan barang bukti rantai besi sepanjang dua meter.

Rantai besi tersebut, kata Deddy, digembok pada bagian pergelangan kaki korban kemudian disambungkan ke kusen jendela.

"Penyekapannya selama dua hari. Itu semuanya sama-sama karyawan koperasi. Pelakunya empat orang, korbannya satu," ujarnya di Mapolres Metro Tangerang, Senin (10/12/2018).

Penyekapan itu berlangsung pada hari Rabu (5/12/2018) dan Kamis (6/12/2018). Korban disekap keempat pelaku yakni Ladim, 29, Fauzi, 26, Candra, 23, dan Didin, 23, karena kedapatan menggunakan uang nasabah koperasi.

"Motifnya kebetulan sang korban melakukan penerimaan dana dari nasabah koperasi tersebut. Kemudian digunakan untuk kepentingan korban sendiri. Selanjutnya hal ini diketahui oleh pengurus koperasi termasuk yang dikatagorikan 4 orang tersangka yang telah kami tahan," jelasnya.

Sementara, Ladim, yang bekerja sebagai mentor atau atasan korban di koperasi itu mengklaim bahwa penyekapan dilakukan agar korban tidak melarikan diri karena telah memakai uang nasabah senilai Rp3,8 juta tersebut.

Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, korban telah menyerahkan ijazah aslinya kepada pihak koperasi sebagai jaminan dirinya bekerja di lembaga tersebut. Korban pun telah bekerja di koperasi tersebut selama enam bulan.

"Kami sekap karena pakai duit kantor. Dia (korban) terima uang nasabah tapi enggak disetor. Dia utang itu maling," kata Ladim.

Kapolsek Tangerang Kompol Ewo Samono menambahkan meski disekap, korban masih diberikan makan dan minum oleh para pelaku.

"Korban diberikan kebebasan makan dan mandi selebihnya korban d ikat dengan rantai besi pada bagian pergelangan kaki," tambahnya.

Terungkapnya penyekapan korban itu karena salah satu karyawan koperasi tersebut memberitahu Lalan, paman korban yang merasa tidak tega atas kondisi yang dialami oleh korban. Kemudian Lalan meneruskan informasi tersebut kepada Sapuri, kakak korban yang selanjutnya melapor ke Polsek Tangerang.

Keempat pelaku telah diamankan polisi berikut barang bukti rantai besi dan gembok yang digunakan untuk membelenggu korban.(RMI/HRU)

BANTEN
PLN Pastikan Listrik dan SPKLU di Banten Siap Beroperasi Optimal untuk Mudik Lebaran 2026

PLN Pastikan Listrik dan SPKLU di Banten Siap Beroperasi Optimal untuk Mudik Lebaran 2026

Senin, 16 Maret 2026 | 23:03

Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, PT PLN (Persero) memastikan kesiapan penuh sistem kelistrikan di wilayah Provinsi Banten untuk mendukung kenyamanan masyarakat selama Ramadan hingga arus mudik Lebaran 2026.

KAB. TANGERANG
Berbagi Berkah Ramadan, JHL Group Santuni Anak Yatim hingga Salurkan Bantuan Bencana Aceh Tamiang

Berbagi Berkah Ramadan, JHL Group Santuni Anak Yatim hingga Salurkan Bantuan Bencana Aceh Tamiang

Senin, 16 Maret 2026 | 23:55

Mengisi momentum Ramadan 1447 H, JHL Group melaksanakan rangkaian program sosial JHL Peduli yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari santunan anak yatim di Tangerang hingga bantuan kebencanaan di Aceh Tamiang.

BISNIS
Jelang Lebaran, Penggunaan Kemasan Bahan PP Melonjak untuk Mudik dan Logistik

Jelang Lebaran, Penggunaan Kemasan Bahan PP Melonjak untuk Mudik dan Logistik

Senin, 9 Maret 2026 | 21:57

Momentum Ramadan menjadi salah satu pendorong utama aktivitas ekonomi nasional. Berdasarkan tren data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi rumah tangga cenderung meningkat selama periode Ramadan

WISATA
VIVERE Hotel Tangerang Siapkan Promo Kamar Lebaran dan Paket Halalbihalal Mulai Rp200 Ribu

VIVERE Hotel Tangerang Siapkan Promo Kamar Lebaran dan Paket Halalbihalal Mulai Rp200 Ribu

Senin, 16 Maret 2026 | 17:59

Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan sejumlah penawaran spesial untuk menyambut momen Lebaran bersama keluarga dan orang terdekat.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill