Connect With Us

Saat HUT Kota Tangerang ke-26, Mahasiswa Geruduk Puspemkot

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 28 Februari 2019 | 17:00

Sejumlah orang yang mengaku sebagai mahasiswa dan mengatasnamakan Persatuan Pergerakan Rakyat Tangerang (Perang) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (28/2/2019). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Pergerakan Rakyat Tangerang (Perang) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

Aksi demonstrasi itu sebagai kado bagi Pemerintah setempat karena bertepatan dengan momentum hari ulang tahun (HUT) Kota Tangerang ke-26 tahun, Kamis (28/2/2019). 

Para mahasiswa itu menggeruduk kantor Pemerintah setempat pada pukul 10.30 WIB atau selepas acara Rapat Paripurna Istimewa.

Massa aksi itu membawa spanduk bertuliskan  'Jeritan 26 Tahun Kota Tangerang' sebagai bentuk aspirasi yang ingin disampaikan. Mereka pun kemudian berusaha masuk ke gedung Puspemkot dengan beberapa kali mendobrak pintu gerbang. Namun sekitar 100 aparat kemananan gabungan polisi dan Sat Pol PP menggagalkannya.

Tak berhasil membobol pintu gerbang, kelompok mahasiswa itu pun kemudian berorasi di depan pintu gerbang. Sambil menyuarakan aspirasinya, aksi juga sempat diwarnai pembakaran ban. Namun hal itu tak berlangsung lama, karena api padam oleh semprotan air petugas yang bersiaga.

"Ini HUT Kota Tangerang, masih banyak permasalahan. Berdirinya kita di sini adalah bagian dari rakyat untuk mengaspirasikan kepada Wali Kota dan Wakil. Dan saat ini mereka tidak dapat hadir ditengah-tengah kita. Bapak anti rakyat, anti demokrasi," orasi salah satu peserta aksi.

Dikatakan koordinator aksi Ijat Sujatmika, bahwa pihaknya kecewa dengan Pemerintah Kota Tangerang. Sebab menurutnya, dari 3,6 Triliun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2018, tidak adanya kenaikan taraf kesejahteraan masyarakat.

"Konflik agraria masih terjadi di tiap daerah Kota Tangerang, melemahnya pendidikan, dan menguatnya taraf kemiskinan. Belum lagi persoalan yang tidak optimal serta optimalisasi ruang terbuka hijau yang belum tercapai sesuai dengan amanah undang-undang," ungkapnya.

Dalam aksinya, para mahasiswa ini meminta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang turun ke depan kantor untuk menemui massa. Namun, keinginan mereka tak digubris. Aparat polisi pamong praja sempat menawarkan perwakilan mahasiswa masuk ke kantor untuk melakukan audiensi. Namun, mahasiswa tetap bersikukuh meminta Arief dan Sachrudin yang menemui mereka.

"Ini kado spesial kami untuk Pemerintah Kota Tangerang bahwa harus perbanyak taman baca, tingkatkan lapangan pekerjaan dan kualitas SDM, selesaikan persoalan penggusuran, realisasikan seribu ruang kelas dan kelola APBD secara optimal," papar Ijat.

Selepas menyampaikan aspirasinya, para mahasiswa berangsur-angsur membubarkan diri. Mereka meninggalkan halaman kantor Pemerintah sekitar pukul 14.30 WIB. Demo pun berlangsung dengan tertib. Tiada gesekan dalam aksi ini meskipun sempat terjadi cekcok mulut antara massa aksi dengan petugas.(MRI/RGI)

KAB. TANGERANG
Pelaku Belum Ditangkap, Pegawai Bank Keliling Korban Penganiayaan di Tangerang Tak Berani Keluar Rumah

Pelaku Belum Ditangkap, Pegawai Bank Keliling Korban Penganiayaan di Tangerang Tak Berani Keluar Rumah

Rabu, 5 Agustus 2026 | 20:55

Pegawai bank keliling berinisial PG, 25, mengalami trauma berat imbas peristiwa penganiayaan dan pelecehan seksual diduga dilakukan oleh lima rekan kerjanya di Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

PROPERTI
Paramount Petals Hadirkan Shuttle Bus Harian, Simak Rute dan Jadwalnya

Paramount Petals Hadirkan Shuttle Bus Harian, Simak Rute dan Jadwalnya

Selasa, 4 Agustus 2026 | 11:12

Warga Tangerang kini memiliki pilihan transportasi baru untuk menuju Jakarta. Paramount Petals menghadirkan layanan shuttle bus harian yang menghubungkan kawasan Paramount Petals dengan Counter DayTrans Grogol, Jakarta Barat.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill