Connect With Us

Oknum Polisi Diduga Penyebab Pertikaian

| Senin, 31 Mei 2010 | 17:54

Foto Endid Mawardi semasa hidup bersama keluarganya. (dira / tangerangnews)

TANGERANGNEWS-Oknum polisi diduga terlibat dalam penyebab pertikaian antara Organisasi Massa (Ormas) Forkabi dengan sekelompok massa. Itu dikatakan oleh adik Endang Setiawan  adik kandung Endid Mawardi, saat ditemui di rumah duka.
 
Endang mengatakan, kakaknya tewas setelah dimintai tolong oleh seorang anggota polisi berinisial W yang juga tinggal di daerah Petir, Gondrong, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. "Malam itu abang saya berada di rumah, lalu ada W datang dan meminta abang saya untuk mendamaikan antara dirinya (W) dengan sekelompok massa, di ring-road Duri Kosambi, Cengkareng," jelas Endang, hari ini.

Menurut Endang, saat itu W bercerita, bahwa dirinya yang sedang mengendarai motor diserempet seorang sopir taksi. Adu mulut W dengan sopir taksi terjadi di dekat lapak jual beli besi bekas yang dimiliki oleh sekolompok massa. "Entah karena apa, sopir taksi itu dibela oleh sekelompok massa itu," katanya.

Karena terdesak, W yang diketahuinya adalah seorang anggota polisi yang bertugas di Polda Metro Jaya mengadukan peristiwa itu ke Endid.

"Saya kenal W, dia adalah anggota polisi yang bertugas di Polda Metro Jaya, hanya saja panggatnya saya ngga tahu. Setelah W mengadukan itu, abang saya bersama empat temannya lalu ke lokasi dengan maksud mendamaikan. Tapi tiba-tiba ketika sedang berbicara dengan kelompok massa itu, abang saya dibacok dari belakang," ujar Endang.

Setelah dibacok, empat orang temannya mengabarkan itu ke tetangga Endid. Bahkan kabar itu semakin terdengar saat Endid di bawa ke RS Cengkareng dan menghembuskan nafas terakhir di RSCM Jakarta Pusat.

 Kabar itu menyebar luas hingga ke organisasi massa Forkabi  dimana Endid menjadi Ketua Ranting (PAC) Petir, Kosambi, Cipondoh, Kota Tangerang. "Itu menyulut solidaritas masyarakat, terutama mereka yang mengaku anak Betawi. Tak pelak warga pun berdatangan ke Cengkareng," ujarnya.

Selain menyerang ke Cengkareng, Endang mengakui, sejumlah massa yang solidaritas dengan kematian Endid juga merusak puluhan lapak milik orang Madura yang lokasinya berdekatan dengan rumah korban Endid. " Jadi tanpa ada komando, melakukan itu semua saat itu," ujar Endang.

Endit yang juga berprofesi sebagai tukang khitan itu meninggalkan tiga orang anak dan satu istri.  Anak pertamanya adalah Ikrar Mawardiansyah Saputra,19, (kuliah di BSI Cengkareng)  anak keduanya Annisa Dwi Rosianti,16, (SMK Farmasi Tangerang 1) dan anak ketiganya Andini Nasta Inanisa,14, (MTS Anida Al-Islami Rawa Buaya).  Sedangkan istrinya bernama Nusroniah.
Endit dimakamkan di TPU Petir dengan diringi ratusan warga dari Ormas Forkabi.


Sementara itu, Kapolres Metro Kota Tangerang Kombes Pol Maruli CC Simanjuntak mengatakan, dirinya tidak mengetahui asal muasal penyebab Endid tewas. "Saya kira peristiwa di sini tidak ada hubungannya dengan di Jakarta Barat. Ini murni korban dengan pelaku yang berjumlah 10 orang. Saat ini saya mendapat informasi dari Polda dari 10 pelaku, lima orang sudah ditangkap," katanya.

Maruli juga membantah, penyebab lapak sekolompok massa yang berada di Petir yang hangus dibakar massa akibat dari kemarahan warga kepada etnis tersebut. "Soal kebakaran itu, saya kira perlu diselidiki asal muasal penyebab kebakaran, karena saya melihat ada kabel listrik yang terbakar di lokasi, " ungkapnya.
 
 Ada pun pengamanan yang dilakukan, menurut Kapolres, dirinya menurunkan 600 personil yang juga dibantu dari petugas dari Polda Metro Jaya. "Semua ada pada kendali saya, ini saya lakukan untuk mengeliminir potensi kerusuhan. Untuk itu radius 1 kilometer dari rumah duka kami jaga ketat," tegas Maruli yang berada di lokasi lapak yang terbakar. (dira)

BANTEN
16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

Kamis, 8 Oktober 2026 | 11:15

Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.

BANDARA
Imbas Serangan di Riyadh, Penerbangan Jeddah-Madinah di Bandara Soetta Normal, Rute Transit Terdampak

Imbas Serangan di Riyadh, Penerbangan Jeddah-Madinah di Bandara Soetta Normal, Rute Transit Terdampak

Senin, 12 Oktober 2026 | 15:12

Menyikapi perkembangan situasi di Riyadh, Arab Saudi, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Kota Tangerang memastikan operasional penerbangan langsung menuju Jeddah dan Madinah hingga saat ini tetap berjalan normal dan lancar.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

KAB. TANGERANG
Musang Sampai Kera di Kabupaten Tangerang Divaksin Rabies

Musang Sampai Kera di Kabupaten Tangerang Divaksin Rabies

Senin, 12 Oktober 2026 | 19:12

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) memberikan layanan Vaksinasi Rabies Gratis bagi hewan peliharaan warga.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill